Suzuki APV Sulit Pindah Gigi? Ini Solusinya!

Editor - Selasa, 19 Oktober 2010 | 11:02 WIB

(Editor - )

OTOMOTIFNET - Pindah gigi pada mobil bertransmisi manual merupakan proses yang sangat penting. Bayangkan kalau mobil Anda kesulitan pindah gigi, pasti bakal kerepotan pada saat berakselerasi. Jangankan ketika berusaha menyalip, berkendara santai saja ibarat orang jalan tersandung batu, ajrut-ajrutan rasanya.

Bisa dipastikan, kejadian itu yang dialami pemilik Suzuki APV kalau kesulitan pindah gigi. Usut punya usut, tuas persneling APV (Gbr.1) bisa bikin gigi sulit pindah kalau bushing di dalamnya mulai termakan. "Mirip dengan mobil lain yang punya mesin di kolong, tuas persneling APV pakai model kabel," ujar Andi Muhammad Iqbal, mekanik bengkel OSS di Kebon Jeruk, Jakbar. 


Gbr 1

Gbr 2

Gbr 3

Gbr 4

Bagaimana gejala yang terjadi pada tipe mobil seperti APV ini? Ternyata gejalanya mirip dengan mobil sedan dan kendaraan lain yang tuas persneling manualnya pakai model kabel. Gejala utama adalah tuas persneling terasa oblak ketika digerakkan. Selain itu, juga muncul speleng cukup besar jika tuas digerakkan ke kiri-kanan atau depan-belakang.

Nah, jika diperhatikan, tuas persneling ini punya dua kabel yang menghubungkan antara tuas dengan girboks. Kabel sling pertama bertugas sebagai kabel kontrol pemilih (select control cable) dan satu lagi sebagai kabel pengontrol perpindahan gigi (shift control cable).

Nah, gerakan tuas kiri-kanan bakal menggeser kabel kontrol pemilih. Sedangkan gerakan maju mundur bakal menggerakkan kabel kontrol pemindah gigi. Kalau tuas oblak, pergerakan tuas juga terbatas. Bisa jadi, gigi tidak masuk meski tuas sudah digerakkan mentok.

Gejala oblak ini bisa disebabkan bushing shift control getas atau aus. Dua trik jitu bisa jadi pilihan, mengakali atau mengganti. Salah satu obatnya, "Bisa diakali dengan melilitkan bushing pakai seal tape putih buat pipa atau selotip kertas," papar Iqbal, sapaan karibnya. Dengan dililit seal tape (Gbr.2) seperti ini, bushing jadi lebih rapat lagi.

Selain itu, tambahkan juga sebuah ring penahan di atasnya supaya ujung kabel shift tidak mudah lepas ke atas (Gbr.3). Setelah diberi seal tape dan ring pengganjal ini, pergerakan tuas jadi lebih mantap. Akan tetapi, harap ingat bahwa trik ini hanya sekadar mengakali. Karena umurnya tidak lama dan hanya manjur buat gejala oblak yang masih ringan.

Jadi, trik kedua adalah mengobati dengan mengganti bushing yang sudah apkir. Terlebih buat yang sudah oblak berat. Harga bushingnya sekitar Rp 175 ribu. Enggak terlalu mahal kan? Soalnya kalau hanya diakali, selain umurnya tidak lama, juga bisa melejit mendadak. Kalau sudah begini, mobil jadi enggak bisa jalan karena ujung kabel kontrol pemindah gigi lepas dari dudukannya (Gbr.4).

Penulis/Foto: Manut / Anton