Kejurnas Balap Motor 250 cc, Mesin Standar dan Bodi Berfairing

billy - Rabu, 2 Februari 2011 | 11:51 WIB

(billy - )


Mulai musim balapan 2011 akan digelar kejurnas balap motor 250 cc. Rencananya balapan ini akan ada sebanyak 5 seri dan semuanya berada di Sirkuit Sentul.“Pa­ling cepat kejuaraan tersebut akan digelar pada awal Maret. Kalaupun harus molor karena Sentul masih dalam perbaikan, maka penyelenggaraannya akan dimulai pada akhir Maret,” terang Dyan Dilato dari biro olahraga roda 2 (on track) PP IMI.

Animo balapan motor 250 cc pada tahun sebelumnya yang cukup tinggi plus minimnya pembalap Tanah Air yang berkiprah di kelas motor sport, jadi alasan kenapa dibuka kelas baru ini. Penyelenggaraannya akan berbarengan dengan kejurnas balap supersport, superbike, one make race Harley XR1200, one make race Ducati dan Ninja Cup (250 & 150 cc)

Soal regulasi yang diterapkan untuk mengikuti kelas tersebut ternyata enggak terlalu banyak. Seperti untuk Kawasaki Ninja 250, Honda CBR 250 dan Megelli 250, mesin motor harus standar. Kategori standar di sini termasuk sampai pemakaian karburator dan sistem pengapian.

Untuk motor sport yang kapasitas mesinnya di bawah 250 cc, boleh juga ikutan di kejurnas tersebut. Syarat utamanya semua motor jenis sport yang ikutan bodi harus menggunakan fairing.

Namun enggak semunya standar kok. Muffler knalpot boleh diganti. Selain itu footpack dan sistem pengereman juga bisa menggunakan produk berlabel racing. “Di kejurnas ini semua pembalap boleh ikutan. Artinya baik seeded maupun yang pemula bisa ikutan berlaga di kejurnas balap motor 250 cc tersebut,” kata Dyan.

Lebih lanjut Dyan mengatakan, dengan tidak adanya batasan soal pembalap pada tahun pertama kejurnas 250 cc ini, diharapkan banyak peserta yang ikut. “Nah bila menunjukkan perkembangan secara positif, pada tahun berikutnya akan dibagi antara pembalap seeded dan pemula,” tuturnya.

Bagi orang-orang yang sudah berkecimpung di balapan motor jenis sport khususnya yang bermesin 250 cc, tentu adanya kejurnas bisa jadi motivasi untuk lebih berprestasi. “Memang terlalu dini bila berbicara soal prestasi. Namun paling tidak kejurnas 250 cc bisa jadi jembatan bagi pembalap yang ingin berprestasi di tingkat yang lebih tinggi dengan motor yang kapasitasnya lebih gede,” kata Bambang Triono, manajer tim BMS Depok yang kerap ikut one make race Kawasaki Ninja. ***