Hal ini juga ditegaskan oleh Masahiko Nakajima (general manager motorsport Yamaha). Bahwa semua pembalap harus percaya pada sistem kelistrikan di motor mereka, jika ingin tampil lebih baik.
“Jika para pembalap percaya pada paket motor yang mereka gunakan, maka mereka bakal tampil lebih cepat. Sebab pembalap yang lebih mengandalkan skill biasanya akan terganggu dengan adanya kontrol wheelie ataupun kontrol traksi,” ujar Nakajima.
Namun pembalap tidak bisa sepenuhnya disalahkan, sebab terkadang jika sensor komputer ini mengalami masalah, maka respon dari ECU (Engine Control Unit) untuk aktivasi kontrol wheelie atau kontrol traksi juga jadi terlambat.
“Inti dari sistem ini sebenarnya adalah waktu dan filosofi, sebab areal ini sangat krusial. Tahun lalu, Yamaha fokus pada peningkatan performa saat motor sedang akselerasi. Nah sekarang kami akan tetap fokus di zona ini agar motor juga lebih friendly bagi pembalap,” pungkas Nakajima.
Tahun ini Yamaha bakal punya paket sistem elektronik baru. Namun Yamaha masih akan menggunakan sistem kelistrikan yang lama di seri pertama (8/4) nanti. (otosport.co.id)