Amerika Gagal, China Coba Rusak Dominasi Jepang

Bagja - Rabu, 10 Februari 2016 | 10:52 WIB

(Bagja - )

Jakarta - Ditengah hiruk pikuk skema perdagangan global, termasuk disektor otomotif, pasar Indonesia dianggap begitu strategis. Sehingga banyak pabrikan mobil dunia yang tertarik untuk ikut bermain di pasar terbesar Asia Tenggara yang didominasi oleh Jepang ini.

Tak usah lagi kita berpanjang lebar membicarakan bagaimana susahnya Amerika untuk merusak dominasi Jepang di pasar Tanah Air. Mulai dari tutupnya pabrik General Motors yang memproduksi Chevrolet Spin (mobil yang dikatakan sudah sangat Indonesia), sampai terakhir hengkangnya pemegang merek Ford (Ford Motor Indonesia) dari Indonesia.

Namun, gangguan terhadap Jepang tak berhenti sampai disitu. Kini mulai bermunculan pabrikan China, yang merupakan salah satu pasar otomotif terbesar di dunia selain Amerika.

Paling jelas informasinya ada Wuling dan Sokon. Kedua merek ini sudah siap untuk bersaing di pasar otomotif nasional, mulai dari mempersiapkan produk yang sesuai dengan Indonesia, sampai persiapan layanan service dan spare part.

Kita semua pesimis? Belum tentu. Karena tidak mungkin menyalurkan uang triliunan untuk berinvestasi di Indonesia tanpa perhitungan yang matang. Tidak mungkin juga pabrikan China tersebut tidak belajar dari kiprah pabrikan Amerika selama ini. Sehingga, bisa dibilang kedepannya China merupakan ancaman serius bagi Jepang.


Wuling dan Sokon

SAIC-GM-Wuling (SGMW) yang merupakan perusahaan patungan asal China punya ambisi besar untuk menancapkan kukunya di pasar mobil tanah air. Tak hanya andalkan produk murah, tapi juga fasilitas produksi yang akan didukung komponen lokal.

Presiden Direktur SGMW Motor Indonesia, Xu Feiyun mengatakan pihaknya menargetkan pabrik berproduksi pada Juli 2017. Jika telah beroperasi nantinya, pabrik ini akan memproduksi kendaraan roda empat sebanyak 150 ribu unit per tahun. 

Xu mengungkapkan, pihaknya akan menggunakan komponen lokal atau Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 50 persen. Hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah yang mendorong pertumbuhan industri komponen lokal.

Cukup sampai hanya produksi saja? Tidak. Karena Wuling pun menyiapkan puluhan jaringan dealer di Indonesia. Targetnya, sebagai permulaan bakal ada 35 jaringan dealer Wuling di seluruh Indonesia.