All New Hyundai Tucson Adopsi Fluidic Sculpture 2.0

Fransiscus Rosano - Kamis, 14 April 2016 | 12:32 WIB

(Fransiscus Rosano - )

Jakarta - Setelah pertama diperkenalkan di Geneva Motor Show 2015, akhirnya PT. Hyundai Mobil Indonesia membawa All New Hyundai Tucson ke Indonesia.

Sama seperti Santa Fe 2016 Edition yang lebih dulu dibawa, All New Tucson juga sudah menganut bahasa desain Fluidic Sculpture 2.0 yang membuatnya terlihat lebih dewasa.

Selain warna ara blue yang membuatnya terlihat mencolok, desain front fascia kini terlihat agresif dengan penggunaan gril heksagonal 3 bilah besar berkelir polished metal.

Desain headlights yang tipis dan memanjang kini menggunakan proyektor dengan HID 4300 K, foglights juga terpisah dengan DRL.

Desain aerodinamis juga terlihat dari samping yang makin membuatnya terlihat seperti baby Santa Fe.

Pelek sudah berkelir dual tone, berbentuk 5 bilah dan sudah berukuran 17 inci.

Dari belakang, tail lights terlihat seperti menggunakan LED berkat potongan di dalam lampu.

Namun desain sekaligus tinggi yang sedikit lebih pendek dibanding Tucson sebelumnya sedikit membuatnya jadi crossover dibanding sebuah SUV sungguhan.

Di dalam, bahan berkualitas tinggi banyak digunakan dan membuatnya terlihat jauh lebih mewah daripada generasi sebelumnya.

Penumpang di baris kedua dimanjakan jok kulit berwarna hitam yang dapat recline dan lubang ventilasi AC.

Sedangkan di depan, sudah menggunakan auto climate control, namun HU yang dipakai belum terdapat layar sentuh meski sudah dapat memutar radio, MP3, CD, USB, AUX dan iPod.

Fitur lain cukup memenuhi kabin seperti headlights leveling dan kamera  mundur. 

Meski sistem keamanan seperti dual airbags dan ABS EBD sudah standar, masih disayangkan mesin lama Nu 2.0 MPI D-CVVT bertenaga 155 dk dan transmisi shiftronic 6-percepatan belum tergantikan oleh mesin 1.6 T-GDI dan DCT-7 yang lebih baru.

All New Hyundai Tucson dijual dengan harga Rp 385 juta on the road Jadetabek. (otomotifnet.com)