Test Ride Moto Guzzi V7 II Stone, Getaran V-twin Longitudinal Unik!

Otomotifnet - Kamis, 5 Mei 2016 | 14:52 WIB

Test Ride Moto Guzzi V7 II Stone (Otomotifnet - )

Salim
Test Ride Moto Guzzi V7 II Stone
Test Ride Moto Guzzi V7 II Stone

Jakarta - Saat turing ke Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jabar beberapa waktu lalu, Moto Guzzi V7 II Stone ini ikut kami bawa. Sebenarnya varian ini hanya satu dari 4 model yang ditawarkan dari platform V7. V7 II Stone gayanya lebih urban retro dengan pelek palang yang modern. 

Apa menariknya motor yang dijual 408 juta on the road Jakarta ini? Banyak! Yang jadi ciri khasnya adalah mesin V tapi mirip boxer-nya BMW, silindernya menjorok ke luar kanan dan kiri. Atau biasa disebut dengan V-twin 90° longitudinal crankshaft mounting.

Impresi perdananya, saat mesin dinyalakan, tonjokan ke kanan dan kiri langsung terasa menghentak. Awalnya agak merepotkan saat keluar tikungan dan langsung buka gas, ada goyangan mengagetkan. 

Tapi setelah terbiasa, tidak masalah. Makin kencang, getarannya pun hilang. Powernya lebih kecil tapi terasa responsif dari Triumph Bonneville T100 yang dipakai turing bareng. 

Salim
Test Ride Moto Guzzi V7 II Stone
Mesinnya khas Moto Guzzi, menawarkan sensasi getaran kanan-kiri, tapi hilang saat mencapai rpm tinggi

Kapasitas ruang bakarnya 744 cc dua silinder yang masing-masing silinder menggunakan piston 80 mm dan stroke 74 mm, hampir square. Powernya diklaim 46,9 dk di 6.250 rpm dan torsi pada putaran rendah 59 Nm di 3.000 rpm. Hasilnya, performa khas moge V-Twin yang memiliki torsi besar bisa dirasakan, gas dikit langsung ngacir.

Sedang konsumsi bensinya, mesin tanpa radiator ini mencatatkan 16,7 km/lt sepanjang perjalanan. Dari Jakarta sampai Pelabuhan Ratu dan kembali lagi ke Jakarta.
 
Agar mudah dikendalikan, motor ini dibekali traction control (TC), canggih kan! Namun pada beberapa kondisi seperti berjalan di medan offroad yang roda belakangnya sering spin, harus dimatikan. Caranya mudah, cukup tekan lama tombol starter sampai lampu indikator TC menyala.

Kaki-kakinya, dibekali antilock brake system (ABS) dan sudah menggunakan rem Brembo. Tuas remnya tidak bisa diseting jarak mainnya tapi terasa empuk dan pakem banget. 

Sayang jok terasa, bantingan suspensi belakangnya juga cukup kaku. Melewati jalan rusak sepanjang Bogor- Sukabumi bikin pinggang pegal. (otomotifnet.com)

Salim
Test Ride Moto Guzzi V7 II Stone
Test Ride Moto Guzzi V7 II Stone

Data Spesifikasi Moto Guzzi
Tipe mesin : 2 valves with light alloy pushrods and rockers
Kapasitas : 744 cc
Bore x stroke : 80mm x 74mm
Gearbox : 5-speed
Rangka : Double cradle tubular frame in ALS steel
Swing arm : Die cast light alloy swing arm
Pelek depan : 18” lightweight alloy (Stone), spoked (Special-Racer)
Pelek belakang : 17” lightweight alloy (Stone), spoked (Special-Racer)
Roda depan : 100/90-18
Roda belakang : 130/80 R17
Suspensi depan : 40 mm hydraulic telescopic fork, travel 130 mm
Suspensi belakang : 2 shock absorbers with adjustable spring preload
Rem depan : 320 mm stainless steel floating discs, Brembo caliper
Rem belakang : 260 mm stainless steel floating discs, Brembo caliper
Panjang : 2.230mm
Lebar : 790 mm
Tinggi tanpa spion : 1.115 mm
Tinggi jok : 790 mm
Sumbu Roda : 1.449 mm
Kapasitas tangki : 21 l
Berat isi : 189 kg
Premier motoplex Bintaro: 021 73889977 / 08176728955