Modifikasi Toyota Avanza G M/T 2009

Parwata - Rabu, 28 September 2016 | 11:40 WIB

(Parwata - )

Kebablasan yang diakui Argho itu adalah dengan memotong bodi bagian atas sebanyak 20 cm. Choptop yang dilakukan itu, membuat posisi semua kaca mengalami perubahan.

“Bukan letaknya, hanya posisi sekarang berubah jadi lebih rebah daripada standar pabrik,” terang pria ramah itu.

Sementara itu, kaca dibagian samping kiri dan kanan enggak lagi pakai bawaan Avanza. Diputuskan bagian ini untuk memasang kaca custom.

Interior

Door trim yang dipakaikan oleh Argho, bukan lagi bawaan pabrik. Kru Argho light mengganti bagian dengan bahan dari fiberglass dan ini terjadi pada semua bagian.

Jok depan pakai yang memiliki fitur eletrik. Nah bawaan Nissan Cedric dicomot dan di-custom agar bisa terpasang di kabin Avanza.

Audio + 70 TV Monitor

Bisa dibilang ubahan pada bagian audio enggak terlalu mewah. Argho hanya mengandalkan produk dari Pioneer dari mulai head unit double DIN dan speaker 2-way.

Satu unit subwoofer Hertz Energy ukuran 10 inci dipasang, di-seting tersembunyi di kolong. Alasannya cukup klasik, sudah enggak ada tempat lagi untuk menempatkan part tersebut.

“Power dari produk Kenwood yang 4 channel 2 unit dan 1 monoblok,” tuturnya.

Dasar kendaraan dibangun untuk kontes, maka monitor televisi yang dipasang totalnya 70 unit. Paling banyak memang yang ukuran 4.3 inci, lebih kurang 50 unit. Sisanya yang dipasang ukurannya lebih besar.   

Grafis

Motif airbrush yang ada dikendarannya, diakui ketinggalan zaman. “Grafis seperti ini, memang tren modifikasi 5 tahun ke belakang. Mau tidak mau dipilih, karena tuntutan kontes,” ungkap Argho. Selain bagian bodi, teknik pengecatan airbrush ini sampai juga ke bagian interior.

Mesin

Dibalik kap mesin, bukan lagi mesin asli milik Avanza. Argho mengimpor dari Singapura mesin 1.600 cc yang sudah pakai turbo. Meski yang diimpor sudah pakai turbo, namun pada kenyataannya itu masih dianggap kurang.

Lalu dipilih jalan untuk menggantikan turbo bawaan mobil dengan standar yang dipasang pada Subaru Impreza. Intercooler pakai produk aftermarket berlabel Greedy, selang-selang Samco dan piping custom.

Motorized Android

Sungguh beruntung Argho memiliki teman seorang programmer. Dari temannya itu, pengoperasian semua motorized yang dipasang menggunakan software berbasis Android.

Langsung bisa diaplikasikan? Sudah barang tentu enggak, beberapa bagian kudu di-custom. “Terutama pada bagian hardware dan itu semua kita yang kerjakan,” tegas Argho.

Dengan aplikasi berbasis Android ini, penonton di kontes modifikasi Black Auto Battle The Park Solo, Jateng dibuat terkagum-kagum. Itu karena Argho mengoperasikan buka tutup pintu, air suspension, buka tutup kap mesin dan lain-lain dari handphone.

Data Modifikasi
Ban : Accelera 235/30-R20  
Pelek : Davinci 20 inci
Air Suspension : Air Lift 4 Titik
Brake Kit : OEM Nissan Skyland OEM Mitsubishi Evo 10
Turbo : Subaru Impreza
Piping : Custom
Intercooler : Greedy
Blow Off : HKS
Interior : Custom by Argho Light
Headlamp : Honda Civic FB
Stoplamp : Honda Oddysey
Headunit : Pioneer
Speaker : Pioneer
Subwoofer : Hertz 10 inci
Power : Kenwood 4 Channel 2x
Monoblok : Kenwood

Plus : Pengoperasian motorized sudah serba Android
Minus : Grafis masih pakai tren lawas