BMW 520d 2013 The Dark Runner

andy - Senin, 24 Oktober 2016 | 17:42 WIB

(andy - )

Dalam menjalani aktivitas bisnis seorang pemimpin pastinya membutuhkan sebuah tunggangan premium yang serbabisa. Selain mampu memberikan kenyaman terbaik, kendaraan premium tersebut juga harus bisa diajak berlari cepat demi mengejar berbagai pertemuan maupun perjanjian bisnis.

Hal ini diamini oleh Kris Hugeng, pemilik BMW 520d keluaran 2013. Pria yang menjalani bisnis di bidang export and international trade ini mempercayakan tunggangan premiumnya sebagai salah satu sarana mobilitas sehari-hari yang tak hanya nyaman tapi juga menarik.

“Karena mobil ini saya gunakan untuk daily use, saya butuh sedikit modifikasi agar lebih nyaman, hemat BBM, dan memiliki torsi tenaga besar. Jadi bisa tetap asyik dibawa di jalanan dalam kota Jakarta yang macet dan gak friendly,” ungkap Kris.

Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, Kris pun melakukan sedikit rombakan pada jantung pacu diesel berspesifikasi 2.000 cc 4 silinder TwinPower Turbo. Kali ini Kris mengaplikasikan intercooler keluaran Wagner Tuning untuk mendinginkan asupan udara ke dalam silinder. Selain itu exhaust pun sudah mengadopsi muffler Supersprint yang berhasil memberikan “aura” berbeda kala mesin dinyalakan.

Agar perfroma mesin semakin ciamik, tersedia Race Chip Ultimate lengkap dengan throttle control yang berfungsi meningkatkan performa mesin melalui proses mapping ECU secara optimal. Diakui Kris, kombinasi antara ubahan intercooler dan penambahan Race Chip berimbas pada peningkatan performa mesin hingga 30 persen.

Seakan tak puas dengan ubahan di sektor dapur pacu, bagian kaki-kaki pun ikut mengalami ubahan signifikan. Ubahan tersebut ialah penggunaan BC Racing BR Coilover dengan tingkat kekakuan yang bisa diatur, serta Chassis Reinforcement Plate keluaran CPM sebagai penguat sasis mobil.

Sistem pengereman pun ikut mengalami perombakan, dimana rem depan kini menggunakan AP Racing Radical 390 mm 6 pot disc brake. Soal grip di jalan pun dijamin lebih “gigit” berkat penggunaan ban Toyo T1 Sport dengan profil 255/35 R20  pada roda depan, dan 285/30 R20 di roda belakang.

“Salah satu hal yang paling sulit dalam merombak kaki-kaki adalah menemukan velg dengan offset yang benar. Akhirnya saya pakai velg Advanti Flow Form ring 20x9 inci di depan, dan 20x10 inci di belakang. Baik velg depan maupun belakang memiliki offset 35, tapi karena bagian depan kurang keluar jadi di pasang spacer 10 mm,” curhat Kris mengenai kesulitan merombak sektor kaki-kaki.

Menutup rangkaian ubahan dress up sang tunggangan, Kris pun memberikan penyegaran pada jubah  bodykit M-Tech agar tampilan 520d lebih atletis. Hal ini pun didukung lewat sentuhan duck tail carbon fibre dan 3D front lips yang cukup memberikan dampak positif pada tingkat aero mobil kala berada di jalan.

What a Dark Runner!