Pajak Mahal, Segmen Sedan Tetap Jadi Backbone BMW

Indra Aditya - Jumat, 12 Oktober 2018 | 19:30 WIB

BMW Seri-3 generasi ke-7 (Indra Aditya - )

Otomotifnet.com - Dibandingkan dengan segmen lain, sedan dirasa kurang greget di pasar Indonesia.

Pajak sedan untuk sekarang ini yang terbilang sangat tinggi dianggap jadi salah satu faktor penyebabnya.

Untuk sedan mini (1.500 cc ke bawah) dikenakan 30 persen, sedangkan sedan kecil (di atas 1.500 cc) 40 persen.

Namun hal itu tidak berlaku bagi BMW Group Indonesia, pasalnya sedan masih jadi penyumbang terbesar penjualan mereka.

(BACA JUGA: Mitsubishi Xpander Bergaya Sedan, Ground Clearance Rendah dan Bumper Sporty)

"Kalau kami melihat dari trennya untuk BMW sendiri masih sedan," ujar Jodie O’tania, Vice President Corporate Communications BMW Group Indonesia.

"Karena kalau dilihat dari jumlah penjualan, BMW seri 3 masih paling tinggi dan juga seri 5 termasuk backbone dari BMW," lanjutnya saat berada di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (12/10/2018).

Jodie menambahkan, saat ini sedan masih memegang peranan penting di segmen kendaraan premium.

Sebab masih menjadi simbol untuk kendaraan premium di Tanah Air, mengingat kenyamanan yang ditawarkannya.

(BACA JUGA: Pajero Sport Menyalahi Kodrat, Pakai Per CR-V, Cepernya Kayak Sedan)

"Terutama kalau bicara mengenai kendaraan premium ya, Sedan itu masih simbol dari kendaraan premium," ucap Jodie lagi.

"Tapi itu semua masih tergantung ya, balik lagi terhadap kebutuhan masing-masing konsumen, kendaraan seperti apa yang dia butuhkan," tutupnya.