Suzuki Vitara 1993 Tubular, Bagai Gado-Gado Beda Tukang Ngulek Bumbu

Parwata - Rabu, 30 Januari 2019 | 12:30 WIB

Gado-gado Racing (Parwata - )

“Makin banyak pipa, pasti makin berat. Enak seperti ini, terlihat simple,” ucap Piuk.

Pada Vitara ini, sasis asli hanya disisakan sedikit, paling tidak sekitar 10 persen.

Hanya pada ‘kotak’ kabin berada. Selebihnya sudah berganti pakai pipa-pipa.

F. Yosi /OTOMOTIF
Interior kabin rapi, jadi enak dilihat

Maksudnya, selain lebih ringan dibanding mobil standar, juga supaya bisa lebih leluasa dalam penempatan dan peletakkan komponen-komponen yang dipakai.

Bumbu penyedap pada si ‘Gado-Gado Racing’ ini ada di kaki-kaki.

Menurut Piuk, cukup banyak dirinya mengandalkan barang dari Toyota Hiace.

“Paling utama gardan, karena kuat dan lebarnya juga pas.Barangnya juga cukup mudah dicari,” ungkapnya.

Baca Juga : Pertama di Dunia, Daihatsu All New Terios Kecelakaan Fatal, Bodi Remuk Sob!

Sementara itu, untuk kopel dari transfer case ke gardan sangat pendek.

“Nah, kalau yang itu custom. Karena tidak ada kopel sependek itu,” jelasnya.

Untuk memasang bumbu penyedap ini, Piuk menyerahkan ke Kariem, yang juga jadi navigatornya saat berlaga di ajang speed off-road grup G3.2.

Sampai pada titik ini, sudah dua nama yang disebut, yakni Suzuki dan Toyota, kemudian Haji Endang dan juga Kariem.

F. Yosi /OTOMOTIF
Mesin Honda K24 punya performa bagus