Suzuki Kurangi Kapasitas Produksi Sampai 50 Persen, Imbas 70 Karyawan Terpapar Covid-19

Ignatius Ferdian - Selasa, 1 September 2020 | 16:25 WIB

Pabrik perakitan motor Suzuki Indonesia (Ignatius Ferdian - )

 

Otomotifnet.com - Demi mencegah penyebaran Covid-19, Suzuki melakukan pengurangan kapasitas produksi di pabriknya sampai 50%.

Pengurangan kapasitas produksi ini dilakukan di pabrik Tambun I sebagai lokasi perakitan motor sejak 24 Agustus 2020 sampai kondisi kondusif kembali.

“Seperti disampaikan Pemerintah Jawa Barat kemarin, saat ini di pabrik Tambun I ada 71 orang karyawan yang terpapar Covid-19,"

"Meskipun kami sudah menerapkan protokol pencegahan  dengan ketat, penularan tersebut tidak bisa dihindari,"

Baca Juga: Puluhan Karyawan Pabrik Terpapar Covid-19, Suzuki Indomobil Angkat Bicara

"Untuk itu, pengurangan kapasitas produksi harus dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut.” ujar Seiji Itayama, President Director PT Suzuki Indomobil Motor/PT Suzuki Indomobil Sales

Kini sebanyak 71 karyawan yang disebutkan Itayama tersebut saat ini sedang menjalani karantina mandiri dan beberapa di antaranya mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Masih kata Itayama, Suzuki selalu berkoordinasi dan menyampaikan perkembangan situasi terkini dan penanganannya kepada tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi yang terdiri dari Dinas Tenaga Kerja, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perindustrian.

Suzuki juga telah melakukan berbagai upaya pencegahan sebelumnya dan tindakan yang direkomendasikan tim Gugus Tugas Covid-19.

Seperti melakukan PCR (Polymerase Chain Reaction) test terhadap semua karyawan yang memiliki riwayat interaksi dengan karyawan yang terpapar dan rapid test kepada seluruh karyawan Suzuki lainnya.

Area pabrik dan kantor dibersihkan dan disemprot cairan disinfektan secara berkala.

Tak ketinggalan, kendaraan-kendaraan yang selesai dirakit pun dibersihkan dan didisinfektan sebelum dikirim ke pelanggan, yang mana hal ini merupakan prosedur Suzuki yang sudah dilakukan dari dulu sebelum adanya pandemi.

Selain itu, pemantauan kegiatan karyawan juga diperketat.

Baca Juga: Suzuki Hayabusa Facelift Gosipnya Akan Muncul, Mesin 1.400 Cc, Pakai Sirip Kayak Kawasaki Ninja H2?

Suzuki
Salah satu upya mencegah penyebaran Covid-19 dengan melakukan pengecekan

Bukan hanya penerapan physical distancing di tempat kerja, setiap karyawan juga diwajibkan memberikan laporan harian kepada atasannya terkait kondisi kesehatan dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan saat libur kerja.

Hal ini dilakukan untuk meminimalkan risiko terpapar virus di luar tempat kerja.

“Kami melakukan penanganan yang cepat baik untuk karyawan terpapar maupun karyawan
lainnya,"

"Rekomendasi dari tim Gugus Tugas Covid-19 sudah kami lakukan, termasuk rapid test kepada semua karyawan tanpa terkecuali,"

"Menurut tim Gugus Tugas Covid-19 kasus yang terjadi di Suzuki kemungkinan besar berasal dari transmisi dari luar perusahaan, untuk itu kami berencana melakukan rapid test setiap 2 minggu sekali agar mampu mendeteksi gejala lebih dini."

"Karena buat Suzuki kesehatan karyawan adalah prioritas. Kami harap semoga 71 karyawan kami yang positif Covid-19 cepat sembuh dan tidak ada lagi yang terpapar agar Suzuki bisa kembali memberikan pelayanan terbaik untuk konsumen,” tutup Itayama.

Baca Juga: Suzuki Terapkan Protokol Kesehatan Di Setiap Dealer, Servis Tetap Aman