Ngerinya Angin Kencang di Sukabumi, 1 Motor dan Gran Max Digebrak Pohon, 3 Tewas

Ferdian - Senin, 28 Februari 2022 | 16:55 WIB

Daihatsu Gran Max yang ringsek tertimpa pohon (Ferdian - )

Otomotifnet.com - Angin kencang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (27/2/2022).

Saking ngerinya, angin kencang tersebut mengakibatkan pohon tumbang dan memakan korban jiwa.

Data BPBD Kabupaten Sukabumi, sehari kemarin terdapat empat bencana angin kencang.

Peristiwa pertama terjadi di Jalan Raya Palabuhanratu - Cisolok, tepatnya di Tanjakan SBH, Cagar Alam, Kecamatan Cikakak.

Angin kencang membuat pohon tumbang dan menimpa pengendara motor.

Sekretaris BPBD Kabupaten Sukabumi, Anita Mulyani mengatakan, peristiwa di tempat ini menyebabkan dua orang meninggal dunia.

"2 orang atas nama Nurlaela, 45 tahun Nyai Maryati, 40 tahun meninggal dunia," kata Anita dalam keterangan diterima Tribunjabar.id, Senin (28/2/2022).

Tak hanya itu, peristiwa pohon tumbang menimpa pengendara juga terjadi di Jalan Raya Cikidang - Cikidang, Desa Cipetir, Kecamatan Cikidang.

Di lokasi ini Daihatsu Gran Max pikap bernomor polisi F 8415 QM berisi tiga orang tertimpa pohon tumbang saat melintas di jalan raya tersebut.

Dari tiga orang itu, satu diantaranya meninggal dunia, yakni seorang anak yatim berusia 7 tahun bernama Muhammad Arfan.

Sedangkan dua orang bernama Yoyoh (59) dan Dede Pendi (38) mengalami luka.

Evakuasi korban pun berlangsung drastis. Ketiga korban terjepit di dalam mobil.

Saat evakuasi, terlihat Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah terjun langsung membantu evakuasi korban.

Lebih lanjut, Anita Mulyani mengatakan, korban anak yatim itu dikenal kerabatnya merupakan anak saleh yang rajin azan di masjid kampung tempat tinggalnya.

"Almarhum (Arfan) sedang pergi dengan nenek dan pamannya, saat ini almarhum akan di berangkat kan ke Kalapa Nunggal, sedang menunggu izin neneknya yang juga ingin ikut pulang, insya Allah korban yang meninggal dunia di Cikidang anak yang Saleh, menurut keluarga korban almarhum anak yatim yang selalu azan magrib di masjid dekat rumahnya," kata Anita.

Bencana angin kencang juga terjadi Jalan Mareleng - Palangpang, Kecamatan Ciemas dan di Kampung Bojongsawah, Desa Cibaregbeg, Kecamatan Sagaranten, yang menyebabkan 10 rumah rusak sedang.

"Mudah-mudahan tidak ada lagi bencana," ucap Anita.

Baca Juga: Atap Ertiga Penyok dan Kaca Retak Digebrak Pohon, Pemilik Minta Ganti Rugi ke DLH

Sumber: https://jabar.tribunnews.com/2022/02/28/ngerinya-bencana-angin-kencang-di-sukabumi-memakan-3-korban-jiwa-termasuk-arfan-bocah-muazin?page=all