Otomotifnet.com - Terkait temuan uang baru senilai Rp 3,7 miliar di pintu exit Tol Mojokerto Barat, sebanyak 11 saksi diperiksa Penyidik Satreskrim Polres Mojokerto Kota.
Diketahui, temuan uang tersebut terjadi di kawasan pintu exit Tol Mojokerto Barat (Mobar), Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.
Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Rizki Santoso mengatakan dari 11 saksi ada tiga orang pegawai salah satu bank di Bandung, Jawa Barat.
Diduga tiga pegawai bank milik Negara itu mengetahui keluar dan masuknya uang dari bank tersebut.
"Jadi ada 11 saksi yang kita mintai keterangan yaitu tiga pihak banak, dua vendor dan enam orang saksi lainnya," jelasnya (23/4/2022).
Dia menjelaskan terduga pelaku JE (29) asal Kabupaten Sidoarjo ini diduga dibantu oknum pegawai bank untuk memperoleh uang baru pecahan dengan nominal Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, dan Rp 20.000 dalam jumlah fantastis senilai Rp 5 miliar.
Modusnya, terduga pelaku JE (29) asal Kabupaten Sidoarjo menggunakan jasa pihak ketiga (Ekspedisi) untuk mengantarkan yang baru dari Bandung, Jawa Barat menuju wilayah Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Di sana, terduga pelaku mengambil uang baru dibantu pegawai ekspedisi dengan mengendarai Gran Max warna putih D 8348 YE.
Sebelum sampai di Sidoarjo, uang baru senilai Rp 5 miliar sudah diedarkan sekitar Rp 1,2 miliar di wilayah Nganjuk dan Jombang.
Polisi mengamankan enam orang termasuk terduga pelaku JE saat transaksi uang baru di kawasan pintu exit Tol Mojokerto Barat, Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto sekitar pukul 01.00 WIB.
Selama bulan Ramadan ini terduga pelaku JE sudah dua kali memperoleh uang baru dari bank tersebut.
Uang pecahan baru yang diperoleh terduga pelaku ini diduga melanggar SOP.
"Ada dugaan pelanggaran SOP dalam proses penukaran (Uang baru) yang terjadi lantaran jumlahnya fantastis Rp 5 miliar," ungkap Rizki.
Rizki menyebut pelanggaran SOP lantaran JE memperoleh penukaran uang baru dalam jumlah besar. Padahal, batasan dari Bank Indonesia (BI) maksimal Rp 3,9 juta untuk penukaran uang baru yang digunakan saat lebaran.
Apalagi, JE memperoleh keuntungan dari menjual uang baru itu ke sejumlah pengepul penukaran uang baru skala kecil di pinggir jalan raya yang marak saat menjelang hari Raya Idul Fitri.
Saat itu, petugas mendapati JE bertransaksi penukaran uang dengan pengepul MS asal Mojokerto senilai Rp 400 juta.
"Sebenarnya pihak berwenang mengelola dan menyebarkan uang adalah PJPUR (Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah) atau bank yang ditunjuk pemerintah," pungkasnya.
Sebelumnya, Polisi mengamankam uang tunai baru senilai Rp 3,7 miliar di kawasan pintu exit Tol Mojokerto Barat (Mobar), Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, pada Kamis (21/4/2022) sekitar pukul 01.00 WIB.
Uang tunai baru yang masih tersegel Bank Indonesia (BI) dengan nominal Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, dan Rp 20.000 akan diedarkan untuk penukaran uang baru menjelang Lebaran di wilayah Jawa Timur.
Petugas mengamankan enam orang dan barang bukti Gran Max D 8348 EY berisi tumpukan uang dan Pajero Sport warna hitam S 1210 XE.
Kasus temuan uang baru ini telah naik ke tahap penyidikan oleh Satreskrim Polresta Mojokerto.
Baca Juga: Mengejutkan, Polisi Amankan Tumpukan Duit Rp 3,7 Miliar di Exit Tol Mojokerto