Otomotifnet.com - Buat pengguna motor Yamaha, pernah enggak melihat angka tertentu tiba-tiba muncul di speedometer? Jangan langsung panik atau menganggapnya sebagai gangguan sepele.
Kode error yang muncul di panel instrumen sebenarnya bisa menjadi petunjuk adanya masalah pada bagian tertentu di motor. Salah satunya kode 46 yang menandakan adanya masalah pada sistem pengisian listrik.
Namun, bukan cuma kode 46. Motor Yamaha juga memiliki sejumlah kode error lain yang menunjukkan masalah berbeda, mulai dari sensor, injektor, hingga ECU.
Lantas, apa saja arti kode error pada motor Yamaha dan masalah yang ditandainya?
Baca Juga: Arti dan Cara Mengatasi Kode Error 37 di NMAX, Aerox, dan Lexi
Berikut kode error injeksi atau self-diagnosa di motor Yamaha:
#12 = Crankshaft position sensor (CPS) / Pulser. Signal yang diterima CPS tidak normal
#13 = Tegangan output sensor, terlepas atau terjadi hubungan singkat
#14 = Tegangan output sensor malfungsi sistem (lubang tersumbat atau terlepas)
#15 = TPS terlepas atau terjadi hubungan singkat
#16 = TPS terdeteksi macet
#19 = Saklar standar samping, terdeteksi kabel putus atau lepas
#21 = Coolant temperature sensor terlepas atau terjadi hubungan singkat
#22 = Tahanan sensor, terlepas atau terjadi hubungan singkat
#24 = O2 Sensor. Sinyal yang diterima oleh O2 Sensor tidak normal
Baca Juga: Kode Error 12 di Motor Matik Lenyap, Area Soket Dibenahi, Tak Perlu Reset ECU
#37 = Idle Speed Control (ISC) rusak
#39 = Fuel injector, rusak atau terjadi hubungan singkat
#42 = Sensor roda depan. Sinyal yang diterima sensor roda depan tidak normal
#44 = Nomer kode kerusakan EEPROM
#46 = Voltase pengisian tidak normal
#50 = Rusaknya memory ECU
#61 = Idle speed control (ISC), terlepas atau terjadi hubungan singkat
#84 = Selenoid VVA (Variable Valve Actuator) lepas atau terjadi hubungan singkat
Baca Juga: Speedometer Yamaha NMAX Tak Fungsi? Ada 2 Biang Keroknya, Coba Simak