Otomotifnet.com - Banyak pengendara sering melihat label DOT 3 atau DOT 4 pada kemasan minyak rem tanpa menyadari betapa krusial maknanya.
DOT merupakan singkatan dari Department of Transportation, sebuah standar keamanan yang mengklasifikasikan minyak rem berdasarkan ketahanannya terhadap suhu ekstrem.
Hubungan Angka DOT dengan Titik Didih (Boiling Point)
Sederhananya, angka di belakang tulisan DOT menunjukkan seberapa kuat minyak rem tersebut menahan panas akibat gesekan antara kampas dan piringan cakram.
Semakin tinggi angka DOT-nya, semakin tinggi pula titik didihnya.
Hal ini sangat penting karena jika minyak rem tidak mampu menahan suhu panas pengereman, cairan tersebut akan mendidih.
Kondisi mendidih ini memicu munculnya gelembung udara atau "angin palsu" dalam sistem pengereman.
Dampaknya? Sil-sil pada sistem rem memuai dan tekanan hidrolik hilang, yang menjadi penyebab utama rem blong.
Baca Juga: Warna Minyak Rem Berubah Pekat, Tanda Wajib Diganti, Hindari Rem Blong
Baca Juga: Ganti Minyak Rem Motor Ada Jadwalnya, Agar Tidak Cepat mendidih
Baca Juga: Minyak Rem Harus Dikuras Tiap Jarak Segini, Kelebihan Bahaya Mengintai
Baca Juga: Bahaya Jika Kelewat, Ganti Minyak Rem Wajib Perhatikan Angka Ini
Standardisasi Titik Didih Minyak Rem
Berikut adalah batas minimal titik didih berdasarkan klasifikasi DOT yang perlu kalian ketahui:
- DOT 3: Minimal titik didih mencapai 205°C.
- DOT 4: Mampu bertahan hingga suhu 240°C.
- DOT 5 & 5.1: Spesifikasi tinggi yang mencapai 260°C.
Untuk penggunaan harian, produsen motor umumnya merekomendasikan DOT 3 atau DOT 4.
Pastikan kalian selalu menggunakan spesifikasi yang sesuai dengan buku manual kendaraan agar sistem pengereman tetap optimal dan terhindar dari risiko rem blong.