4 Tips Melewati Tanjakan Ekstrem Dengan Mobil Matik, Perhatikan Ini

Konten Grid - Selasa, 13 Januari 2026 | 16:10 WIB

Tips Melewati Tanjakan Ekstrem Pakai Mobil Matik (Konten Grid - )

Otomotifnet.com - Masih banyak anggapan di kalangan otomotif bahwa mobil bertransmisi otomatis tidak setangguh transmisi manual saat menghadapi medan tanjakan.

Padahal, performa mobil matik sangat mumpuni asalkan pengemudi menguasai teknik pengoperasian yang benar.

Kesalahan prosedur terutama saat kondisi stop and go di tanjakan bukan hanya berisiko membuat mobil meluncur mundur dan membahayakan orang lain, tetapi juga dapat memperpendek usia pakai transmisi itu sendiri.

Kunci utama dalam menaklukkan tanjakan adalah ketenangan dan kesigapan.

4 Tips Melewati Tanjakan Ekstrem Dengan Mobil Matik

Berikut adalah 4 tips melewati tanjakan ekstrem bagi pengguna mobil matik:

1. Memahami Dinamika Tenaga dan Risiko Posisi D

Sangat tidak dianjurkan membiarkan transmisi di posisi D (Drive) saat menghadapi tanjakan curam.

Itu karena sistem ECU pada mobil matik akan cenderung memindahkan gigi ke posisi yang lebih tinggi berdasarkan putaran mesin.

Ketika tenaga mulai terasa hilang (loss power), pengemudi biasanya refleks menginjak gas lebih dalam.

Namun, karena sistem membaca torsi sudah maksimal di gigi tinggi, mobil justru tidak mendapatkan kekuatan untuk mendaki.

Inilah yang menyebabkan mobil terasa ngempos atau bahkan terhenti di tengah tanjakan.

2. Memaksimalkan Rasio Gigi Rendah (L, 2, atau D1)

Pabrikan telah menyediakan opsi gigi rendah seperti L (Low), 2, atau D1/D2 untuk menggantikan peran gigi 1 dan 2 pada mobil manual.

Tanjakan Curam

Segera pindahkan ke posisi L atau D1.

Ini akan mengunci transmisi di rasio gigi terendah untuk menghasilkan torsi maksimal.

Baca Juga: Jangan Panik! Ini Rahasia Cegah Mobil Matik Mundur di Tanjakan Curam

Baca Juga: Jangan Panik, Bawa Mobil Matic Ketemu Tanjakan, Lakukan Cara Ini

Baca Juga: Wajib Tahu, Begini Cara Mengendalikan Mobil Matik CVT di Tanjakan

Baca Juga: Mobil Lahap Tanjakan, Fitur Traction Control Disarankan Mati, Tapi Asal Injak Gas Justru Bahaya

Kecepatan Meningkat

Jika tenaga sudah stabil dan rpm mulai tinggi (sekitar 1.500-2.000 rpm), kalian bisa menggeser tuas secara bertahap ke posisi D2.

3. Teknik Perpindahan Gigi Tanpa Rem

Banyak pengemudi melakukan kesalahan dengan menginjak rem saat ingin memindahkan gigi dari D ke gigi yang lebih rendah.

Cara yang benar adalah:

4. Waspada Khusus Transmisi AMT

Bagi pengguna transmisi AMT (Automated Manual Transmission), kewaspadaan ekstra diperlukan saat kondisi macet di tanjakan.

Berbeda dengan matik konvensional atau CVT, sistem AMT memiliki jeda waktu (delay) saat kaki berpindah dari pedal rem ke gas.

Dalam jeda sekian detik itu, transmisi terasa seperti netral, sehingga mobil sangat rawan mundur.

Gunakan rem tangan secara aktif untuk menahan mobil sebelum mulai berakselerasi kembali.