Otomotifnet.com - Dalam dinamika lalu lintas, kita sering menemui dua tipe pengemudi saat berhenti di lampu merah, yaitu mereka yang setia menginjak pedal rem kaki, dan mereka yang segera mengaktifkan rem tangan (hand brake).
Meskipun keduanya berfungsi menghentikan laju kendaraan, terdapat perbedaan krusial dari sisi keamanan dan psikologi berkendara yang wajib dipahami oleh setiap pengemudi.
Risiko Distraksi dan Bahaya Rem Kaki
Mengandalkan rem kaki saat berhenti lama sebenarnya menyimpan risiko tersembunyi.
Pengemudi modern sangat rentan terhadap distraksi, mulai dari memeriksa ponsel, mengambil barang di dashboard, hingga aktivitas lain yang memecah konsentrasi.
Secara psikologis, ketika fokus teralihkan, otot kaki cenderung mengalami relaksasi tanpa disadari.
Jika pijakan pada pedal rem mengendur, mobil bisa merayap maju atau mundur (tergantung kemiringan jalan) tanpa kontrol.
Hal ini tentu membahayakan pengguna jalan lain dan berpotensi memicu kecelakaan beruntun akibat keteledoran sepele.
Baca Juga: Baru Tahu, Ternyata Semudah Ini Nyetel Rem Tangan Mobil Bekas Toyota Avanza
Baca Juga: Baru Tahu, Tuas Rem Tangan Mulai Dihilangkan, Digantikan Tombol Ini
Baca Juga: Penyebab Kampas Rem Mobil Matik Cepat Aus, Nomor 2 Sering Terjadi
Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Ciri-ciri Rem Mobil Mulai Bermasalah di Jalan
Keunggulan Rem Tangan
Mengaktifkan rem tangan atau parking brake adalah langkah preventif yang sangat direkomendasikan karena alasan berikut:
Keamanan Statis yang Maksimal
Rem tangan memastikan mekanis pengunci bekerja secara mandiri tanpa membutuhkan tekanan fisik dari pengemudi.
Ini meminimalisir risiko mobil bergerak akibat hilangnya konsentrasi atau kelelahan kaki.
Mengurangi Kelelahan Pengemudi
Dengan menarik rem tangan, kaki bisa beristirahat sejenak dari tekanan pedal.
Hal ini membantu menjaga kebugaran fisik, terutama saat menghadapi kemacetan panjang.
Kesiapan Menghadapi Kondisi Darurat
Jika terjadi benturan dari belakang, posisi mobil yang sudah terkunci dengan rem tangan memiliki risiko "terdorong maju" yang lebih kecil dibandingkan hanya mengandalkan rem kaki yang bisa terlepas karena efek kejut.
Meski penggunaan rem tangan memberikan kebebasan lebih bagi kaki, hal ini bukan berarti pengemudi boleh sepenuhnya abai terhadap situasi sekitar.
Pengendara cerdas harus tetap menjaga kewaspadaan visual.
Jangan sampai karena terlalu nyaman dengan rem tangan dan asyik beraktivitas lain, kalian kehilangan momentum saat lampu berubah hijau.
Keterlambatan merespons lampu lalu lintas tidak hanya menghambat arus kendaraan, tetapi juga akan memancing reaksi klakson dari pengendara di belakang yang terganggu efisiensi waktunya.
| Editor | : | Grid |
KOMENTAR