Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Pentingnya Pakai Rem Tangan Saat Berhenti di Lampu Merah, Ini Alasannya

Konten Grid - Selasa, 13 Januari 2026 | 12:55 WIB
Alasan berhenti dilampu merah pakai hand brake
elliottschool.org
Alasan berhenti dilampu merah pakai hand brake

Otomotifnet.com - Dalam dinamika lalu lintas, kita sering menemui dua tipe pengemudi saat berhenti di lampu merah, yaitu mereka yang setia menginjak pedal rem kaki, dan mereka yang segera mengaktifkan rem tangan (hand brake).

Meskipun keduanya berfungsi menghentikan laju kendaraan, terdapat perbedaan krusial dari sisi keamanan dan psikologi berkendara yang wajib dipahami oleh setiap pengemudi.

Risiko Distraksi dan Bahaya Rem Kaki

Mengandalkan rem kaki saat berhenti lama sebenarnya menyimpan risiko tersembunyi.

Pengemudi modern sangat rentan terhadap distraksi, mulai dari memeriksa ponsel, mengambil barang di dashboard, hingga aktivitas lain yang memecah konsentrasi.

Secara psikologis, ketika fokus teralihkan, otot kaki cenderung mengalami relaksasi tanpa disadari.

Jika pijakan pada pedal rem mengendur, mobil bisa merayap maju atau mundur (tergantung kemiringan jalan) tanpa kontrol.

Hal ini tentu membahayakan pengguna jalan lain dan berpotensi memicu kecelakaan beruntun akibat keteledoran sepele.

Baca Juga: Baru Tahu, Ternyata Semudah Ini Nyetel Rem Tangan Mobil Bekas Toyota Avanza

Baca Juga: Baru Tahu, Tuas Rem Tangan Mulai Dihilangkan, Digantikan Tombol Ini

Baca Juga: Penyebab Kampas Rem Mobil Matik Cepat Aus, Nomor 2 Sering Terjadi

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Ciri-ciri Rem Mobil Mulai Bermasalah di Jalan

Keunggulan Rem Tangan

Mengaktifkan rem tangan atau parking brake adalah langkah preventif yang sangat direkomendasikan karena alasan berikut:

Keamanan Statis yang Maksimal

Rem tangan memastikan mekanis pengunci bekerja secara mandiri tanpa membutuhkan tekanan fisik dari pengemudi.

Ini meminimalisir risiko mobil bergerak akibat hilangnya konsentrasi atau kelelahan kaki.

Mengurangi Kelelahan Pengemudi

Dengan menarik rem tangan, kaki bisa beristirahat sejenak dari tekanan pedal.

Hal ini membantu menjaga kebugaran fisik, terutama saat menghadapi kemacetan panjang.

Kesiapan Menghadapi Kondisi Darurat

Jika terjadi benturan dari belakang, posisi mobil yang sudah terkunci dengan rem tangan memiliki risiko "terdorong maju" yang lebih kecil dibandingkan hanya mengandalkan rem kaki yang bisa terlepas karena efek kejut.

Meski penggunaan rem tangan memberikan kebebasan lebih bagi kaki, hal ini bukan berarti pengemudi boleh sepenuhnya abai terhadap situasi sekitar.

Pengendara cerdas harus tetap menjaga kewaspadaan visual.

Jangan sampai karena terlalu nyaman dengan rem tangan dan asyik beraktivitas lain, kalian kehilangan momentum saat lampu berubah hijau.

Keterlambatan merespons lampu lalu lintas tidak hanya menghambat arus kendaraan, tetapi juga akan memancing reaksi klakson dari pengendara di belakang yang terganggu efisiensi waktunya. 

Editor : Grid

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa