Otomotifnet.com - Bagi kamu yang baru beralih dari mobil manual ke matik, ada satu aspek perawatan yang wajib diperhatikan, yaitu sistem pengereman.
Meski lebih nyaman untuk harian, mobil matik memaksa rem bekerja ekstra keras dibandingkan mobil manual.
Berikut beberapa alasan kampas rem mobil matik lebih cepat aus dibandingkan mobil manual:
1. Minimnya Efek Engine Brake
Berbeda dengan mobil manual yang mesinnya otomatis melambat (menahan laju) saat pedal gas dilepas, mobil matik memiliki kecenderungan untuk terus meluncur bebas.
Karena minimnya hambatan dari girboks, beban untuk menghentikan kendaraan sepenuhnya bertumpu pada rem.
2. Kebiasaan Saat Macet
Pada posisi transmisi 'D', mobil matik akan langsung merayap maju.
Di tengah kemacetan, pengemudi cenderung terus menginjak pedal rem daripada berpindah ke posisi Netral (N).
Frekuensi penggunaan yang tinggi inilah yang mempercepat keausan kampas rem.
Baca Juga: Cara Mengetahui Kampas Rem Mobil Mau Habis
Baca Juga: Jangan Salah Injak, Ini Perbedaan Pedal Gas dan Pedal Rem Mobil Matic
Baca Juga: Kenapa Minyak Rem Mobil Bekas Wajib Dikuras Tiap 2 Tahun, Ini Sebabnya
3. Perbandingan Masa Pakai Kampas Rem
Kamu harus tahu bahwa tiap komponen mobil perlu dirawat, salah satunya pergi ke tempat servis.
Salah satu penyebab yang terlihat sepele namun penting adalah melihat masa pakai kampas rem.
Umumnya kampas rem pada mobil terutama mobil matik memiliki batas yang cukup singkat untuk segera dibawa ke tempat perawatan mobil.
Akibat beban kerja yang berat, usia kampas rem (khususnya bagian depan) pada mobil matik jauh lebih singkat:
-
Mobil Matik: Umumnya bertahan sekitar 35.000 – 40.000 km.
-
Mobil Manual: Bisa mencapai 60.000 – 70.000 km.
Jika kendaraanmu telah mencapai jarak tempuh tersebut, segera lakukan inspeksi pada sistem pengereman.
Jangan menunggu hingga muncul gejala kerusakan, demi menghindari risiko rem blong dan kerusakan komponen cakram yang lebih mahal.
| Editor | : | Grid |
KOMENTAR