Bila terus menerus digunakan, itu lama-lama membuat bahan kimia di pewangi bisa terserap ke dalam evaporator AC," kata Suparna dikutip dari Kompas.com.
Jika zat-zat kimia dari parfum tersedot masuk ke dalam evaporator, dampaknya adalah akan timbul kerak pada pipa yang berfungsi menyalurkan udara dingin ke dalam kabin mobil.
Apabila kerak tersebut terus menumpuk, maka suplai udara dingin ke dalam kabin akan berkurang.
Penumpang akan merasakan hembusan AC jadi kurang sejuk.
Risiko terparah adalah evaporator bisa rusak sehingga harus dibongkar.
KISI-KISI PATAH
Selain bikin jeroan AC bermasalah, pasang parfum di kisi-kisi mobil juga bisa bikin rusak.
Kisi-kisi AC bisa patah gegara, pemilik mobil asal cabut parfum kabin yang menempel.
Dikutip dari Jip.co.id, Wahono yang pada saat itu merupakan Kepala Bengkel Auto2000 BSD, menyarankan pakai obeng saat melepas parfum kabin dari kisi-kisi AC.
"Saat hendak melepas penjepit dari kisi-kisi AC, lakukan secara hati-hati dan perlahan, jangan langsung dicabut, jika perlu gunakan obeng terlebih dahulu untuk melepaskan cengkraman," sarannya.