Otomotifnet.com - Momen Ramadan dan menjelang Lebaran selalu menjadi puncak transaksi otomotif di Indonesia.
Banyak keluarga yang memanfaatkan promo menggiurkan demi membawa pulang mobil impian untuk dijadikan armada mudik ke kampung halaman.
Namun, muncul sebuah pertanyaan besar, apakah aman mobil gres yang baru keluar dari diler langsung "digas" menempuh jarak ratusan kilometer?
Secara teknis, mesin mobil modern sebenarnya sudah memiliki presisi yang sangat tinggi, sehingga masa inreyen atau break-in mesin tidak selambat mobil era lama.
Arifani Perbowo, pakar otomotif, menegaskan bahwa dari sisi jantung mekanis, mobil baru relatif aman untuk langsung digunakan perjalanan jauh.
Namun, ada satu komponen vital yang sering terlupakan dan justru menjadi titik paling kritis, yaitu ban mobil.
Berbeda dengan mesin yang sudah diuji di pabrik, ban pada mobil baru di diler cenderung lebih banyak diam dalam posisi statis di gudang atau ruang pameran.
Kondisi ini membuat ban memerlukan proses adaptasi fisik saat mulai menyentuh aspal:
-
Elastisitas Kompon: Ban baru memiliki tingkat kelenturan yang belum optimal karena belum pernah terkena siklus panas (heat cycle) secara konsisten.
-
Penyesuaian Temperatur: Karet ban membutuhkan waktu untuk mencapai suhu kerja ideal agar daya cengkeramnya (grip) maksimal.
Bahaya mengintai ketika mobil baru langsung dipacu dalam kecepatan tinggi, apalagi mudik identik dengan beban muatan berlebih (penumpang penuh plus barang bawaan).
Kombinasi antara ban yang belum elastis, suhu yang belum stabil, dan beban berat dapat memicu risiko fatal:
-
Ban Pecah (Blowout): Akibat dinding ban yang kaku dipaksa bekerja keras dalam suhu tinggi.
-
Usia Pakai Pendek: Kerusakan struktur internal ban yang membuat masa pakainya berkurang drastis di kemudian hari.
Baca Juga: Cara Praktis Beristirahat di Rest Area Saat Mudik Lebaran, Ikuti Ini
Baca Juga: Ini Waktu Yang Tepat Menggunakan Bantal Leher Saat Pergi Mudik Lebaran
Baca Juga: 3 Perlengkapan Mobil Yang Wajib Ada Saat Mudik Lebaran, Ini Kata Pakar
Baca Juga: Jangan Buka Kaca Ketika Macet Saat Mudik, Bahayanya Ngga Main-main
Agar perjalanan mudik tetap aman, berikut adalah saran ahli yang wajib Anda ikuti:
-
Batasi Kecepatan: Sangat disarankan untuk menjaga laju kendaraan di bawah 100 kpj, terutama saat melintasi jalan tol yang statis.
-
Hindari Manuver Agresif: Berikan waktu bagi komponen ban dan suspensi untuk "duduk" sempurna pada posisinya.
-
Evaluasi Pasca-Mudik: Masalah mesin mungkin minim, namun pastikan Anda segera melakukan pengecekan menyeluruh (servis pertama) setibanya di tujuan atau saat kembali ke kota asal untuk memastikan semua komponen tetap dalam spesifikasi pabrikan.