Otomotifnet.com - Banyak pemilik kendaraan meremehkan peran tekanan udara, padahal angin adalah "nyawa" yang menjaga performa dan keselamatan ban mobil Anda.
Tekanan yang tepat memastikan luas tapak ban (contact patch) menempel sempurna pada aspal, memberikan traksi maksimal sekaligus efisiensi bahan bakar yang lebih baik.
Namun, mengisi angin bukan sekadar menyambungkan selang kompresor.
Ada sains di balik ban yang sering kali terabaikan, terutama mengenai kapan waktu terbaik untuk melakukannya.
Fenomena Pemuaian
Seringkali kita mampir ke SPBU untuk mengisi angin tepat setelah perjalanan jauh.
Secara teknis, ini adalah kekeliruan.
Saat mobil bergerak, terjadi gesekan terus-menerus antara ban dan aspal yang menghasilkan energi panas.
Berdasarkan hukum fisika, udara di dalam ban yang memanas akan mengalami pemuaian.
Panas tersebut memicu peningkatan tekanan secara semu sebesar 3 hingga 4 Psi dari angka aslinya.
Jika Anda mengisi angin dalam kondisi ini, angka yang terbaca pada alat pengukur bukanlah tekanan dasar ban yang sebenarnya.
Baca Juga: Bahaya Yang Terjadi Pada Ban Saat Isi Nitrogen Tercampur Angin Biasa
Baca Juga: Ganti Angin Ban Mobil Tiap 70 KM Bisa Bikin Awet? Cek Faktanya
Baca Juga: Awas, Terpeleset di Jalanan Licin Saat Hujan Angin, Lakukan 2 Tips Ini
Baca Juga: Motoran Aman Saat Hujan Deras dan Angin Kencang, Lakukan 3 Tips Ini
Risiko Tekanan Semu
Masalah muncul saat suhu ban kembali normal atau mendingin.
Tekanan udara yang tadinya memuai akan menyusut kembali.
Akibatnya, tekanan ban yang Anda kira sudah pas saat panas, justru akan berkurang drastis saat suhu normal.
Ban yang kurang tekanan (under-inflation) memiliki risiko tinggi:
-
Dinding ban lebih cepat rusak karena defleksi berlebih.
-
Risiko pecah ban akibat penumpukan panas internal.
-
Konsumsi BBM lebih boros karena hambatan gulir yang meningkat.
Untuk mendapatkan angka yang paling presisi, pastikan Anda memeriksa atau mengisi angin saat ban dalam kondisi dingin atau suhu normal.
Kondisi dingin ini idealnya adalah setelah mobil terparkir minimal 3 jam atau belum menempuh perjalanan lebih dari 2 kilometer.
Dengan menjaga tekanan pada kondisi suhu yang stabil, Anda tidak hanya memperpanjang usia pakai ban, tetapi juga memastikan sistem pengendalian mobil tetap berada pada titik paling optimal dan aman.