Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Awas, Terpeleset di Jalanan Licin Saat Hujan Angin, Lakukan 2 Tips Ini

Konten Grid - Rabu, 14 Januari 2026 | 12:55 WIB
Berkendara saat hujan
tribunnews.com
Berkendara saat hujan

Otomotifnet.com - Bagi pengendara motor, ancaman terbesar di jalan raya seringkali bukan datang dari hujan badai yang deras, melainkan dari hujan ringan atau gerimis.

Fenomena ini bukan tanpa alasan ilmiah.

Saat aspal hanya sedikit basah dan belum tergenang sempurna, partikel debu, sisa oli, dan tanah yang mengendap di pori-pori aspal akan terangkat ke permukaan.

Campuran ini menciptakan lapisan pelumas alami yang sangat licin.

Dalam dunia otomotif, kondisi ini sering memicu risiko kehilangan traksi secara mendadak karena ban tidak mampu mencengkeram permukaan jalan dengan optimal.

Berikut beberapa tips berkendara yang perlu kalian perhatikan dan ikuti untuk keselamatan jiwa: 

1. Kuasai Cara Mengerem di Jalan Basah (Brake Control)

Menghadapi permukaan jalan yang menipu ini, teknik pengereman kalian harus beradaptasi.

Menggunakan gaya pengereman yang sama dengan kondisi jalan kering adalah kesalahan fatal.

Berikut adalah panduan teknisnya:

Baca Juga: Motoran Aman Saat Hujan Deras dan Angin Kencang, Lakukan 3 Tips Ini

Baca Juga: Awas Selip, Ini Cara Aman Mengerem di Tikungan Jalan Saat Musim Hujan

Baca Juga: Rawan Kecelakaan di Jalan Tol Saat Hujan, 3 Faktor Ini Penyebabnya

Baca Juga: Awas, Inilah Bahaya Penggunaan Jas Hujan Ponco Untuk Pengendara Motor

1. Pengereman Kombinasi (Front & Rear

Kunci stabilitas saat hujan adalah distribusi beban yang seimbang.

Kalian wajib menggunakan rem depan dan belakang secara bersamaan dengan porsi tekanan yang halus (progressive braking).

2. Hanya Rem Depan

Mengunci roda depan di permukaan licin akan menghilangkan kemampuan kemudi secara instan, yang seringkali menyebabkan motor melintir atau low-side crash.

3. Hanya Rem Belakang

Tekanan berlebih pada roda belakang akan menyebabkan ban kehilangan grip dan mengalami sliding (tergelincir ke samping), membuat motor sulit dikendalikan.

2. Pahami Ruang dan Kecepatan

Selain teknik pengereman, ingatlah bahwa jarak berhenti (stopping distance) pada kondisi hujan meningkat secara signifikan.

Air dan residu jalan mengurangi koefisien gesek ban.

Oleh karena itu, sangat krusial untuk:

Mengurangi kecepatan secara perlahan sebelum memasuki area yang terlihat mengkilap (tanda jalan licin).

Menambah jarak aman hingga dua kali lipat dari kendaraan di depan untuk memberi ruang bagi sistem pengereman bekerja tanpa perlu melakukan pengereman mendadak (panic braking).

Editor : Grid

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa