Otomotifnet.com - Memasuki musim hujan, jas hujan menjadi perlengkapan wajib bagi setiap bikers.
Namun, pemilihan jenis jas hujan sering kali didasari oleh aspek kepraktisan semata, tanpa mempertimbangkan risiko fatal yang mengintai.
Meskipun jas hujan model ponco populer karena mudah digunakan dan bisa dipakai berboncengan, peranti ini sebenarnya tidak direkomendasikan untuk berkendara.
Inilah Bahaya Penggunaan Jas Hujan Ponco Untuk Pengendara Motor
Berikut adalah beberapa risiko dari penggunaan jas hujan ponco:
1. Risiko Mekanis dan Kecelakaan Fatal
Secara desain, jas hujan ponco sebenarnya hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki.
Penggunaannya di atas motor menciptakan risiko besar:
Tersangkut Komponen Motor
Bagian ujung ponco yang panjang dan menjuntai sangat rawan terlilit pada rantai, gir, atau jari-jari roda.
Hal ini bisa seketika mengunci roda dan menyebabkan pengendara terjatuh.
Tersangkut Kendaraan Lain
Karena bentuknya yang lebar dan mudah berkibar, ponco berisiko tersangkut pada kendaraan besar seperti truk atau mobil barang, yang dapat berakibat fatal.
2. Gangguan Visibilitas dan Komunikasi Jalan
Salah satu bahaya yang jarang disadari adalah penutupan lampu rem (stop lamp) dan lampu sein oleh kain ponco.
Pengendara di belakang tidak akan mengetahui saat kalian melakukan pengereman mendadak atau hendak berbelok.
Hal ini memicu risiko tabrak belakang karena hilangnya komunikasi visual antar-pengendara di jalanan yang licin.
Baca Juga: Cegah Helm Bau dan Berjamur! Tips Praktis Merawat Helm di Musim Hujan
Baca Juga: Sudah Tahu Belum, Inilah Efek Pakai Semir Ban Saat Musim Hujan, Bahaya
Baca Juga: Awas, Bukan Cuma Air, Kenali Musuh Utama Mesin Motor Ini Saat Hujan
Baca Juga: Awas, Bodi Motor Penuh Bercak Putih Setelah Kehujanan, Ini Penyebabnya
3. Perlindungan yang Tidak Efektif
Model jubah pada ponco sangat rentan terhadap terpaan angin.
Saat melaju, bagian samping ponco akan terbuka sehingga pengendara tetap berisiko basah kuyup akibat air hujan maupun cipratan dari kendaraan lain.
Untuk perlindungan maksimal, para ahli keselamatan berkendara sangat menyarankan penggunaan jas hujan model setelan (baju dan celana) yang pas di tubuh.
Selain lebih aerodinamis dan aman dari risiko terlilit, perhatikan juga pemilihan warnanya.
Pilihlah jas hujan dengan warna mencolok seperti oranye, kuning, atau merah.
Warna-warna ini meningkatkan penglihatan kalian agar lebih mudah terlihat oleh pengemudi lain, terutama saat berkendara di malam hari atau dalam kondisi hujan lebat yang membatasi jarak pandang.
| Editor | : | Grid |
KOMENTAR