Alternatif lain adalah dengan mendorong mobil, yang hanya berlaku untuk kendaraan bertransmisi manual.
Dalam cara ini, pengemudi harus memasukkan gigi dua dan menekan kopling saat mobil didorong.
Setelah mobil cukup melaju, lepaskan kopling agar mesin dapat menyala.
Setelah mesin hidup, dianjurkan untuk membiarkan mobil dalam kondisi stasioner selama 15 hingga 30 menit guna mengisi ulang aki secara optimal.
Mengecek level air aki mobil basah juga penting untuk memastikan kondisi aki tetap prima dan menghindari aki tekor di jalan.
Memeriksa level air aki memang tidak selalu mudah, karena dinding aki biasanya berwarna putih sehingga sulit menentukan apakah air berada di batas aman atau tidak.
Berikut beberapa tips sederhana yang dapat dilakukan:
- Lakukan pemeriksaan pada siang hari agar pencahayaan alami memudahkan pengamatan tanpa perlu penerangan tambahan.
- Buka tutup masing-masing sel aki.
Jika sulit melihat langsung ke dalam, bersihkan bagian tutup dengan kain bersih, kemudian tutup kembali dan lepaskan.
Jika bagian dalam tutup terlihat basah, maka air aki masih cukup.
Sebaliknya, jika kering, kemungkinan air sudah berada di bawah garis batas aman.
- Goyangkan aki secara perlahan dan amati garis paling atas cairan.
Dengan cara ini, Anda bisa melihat apakah level air masih berada dalam batas yang aman atau sudah berkurang.
Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, pengemudi dapat mengantisipasi dan menangani aki mobil yang bermasalah secara mandiri.