Menurutnya, QT berhasil memadukan desain, fitur, dan harga yang kompetitif dalam satu paket produk.
"Impresinya tentu surprise ya. Karena QT ini hadir dengan harga yang terjangkau, tapi tetap membawa teknologi dan fitur yang cukup lengkap. Mungkin itu yang menjadi salah satu pertimbangan sampai akhirnya mendapat apresiasi di Otomotif Award," ujarnya.
Baca Juga: Otomotif Award: Penghargaan Mobil dan Motor Terbaik di Indonesia
Menurut Pius, penerimaan pasar juga tidak lepas dari upaya perusahaan menjaga kualitas produk sejak awal.
Saat ini seluruh motor listrik Indomobil eMotor dirakit di Indonesia dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang telah mencapai sekitar 50 persen.
"Pabrik kami ada di Jakarta. Jadi proses perakitan (motor) dilakukan di Indonesia dan tingkat kandungan komponen dalam negerinya sudah sekitar 50 persen," jelasnya.
Ia menambahkan, salah satu faktor yang membuat motor listrik semakin diminati adalah efisiensi biaya operasional.
Berdasarkan simulasi perusahaan, pengguna yang menempuh jarak sekitar 50 kilometer per hari berpotensi menghemat biaya hingga Rp 7 juta per tahun dibanding motor konvensional.
"Kalau dihitung tiga tahun bisa sampai Rp 21 juta. Itu angka yang cukup besar dan bisa dirasakan langsung oleh konsumen," kata Pius.
Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap motor listrik, Indomobil eMotor juga terus memperluas jaringan penjualan dan layanan purnajual.
Jika saat awal peluncuran perusahaan memiliki sekitar 80 jaringan dealer, kini jumlahnya telah mencapai 155 titik.
"Kami akan terus tambah dealer ke berbagai wilayah Indonesia. Sekarang sudah 155 dan targetnya sampai akhir tahun depan bisa mencapai 300 jaringan," tutup Pius.
Untuk informasi lebih lengkap seputar produk dan fitur, kunjungi www.indomobilemotor.co.id.