Data Lengkap Test Ride Yamaha NMAX 150, Akselerasi dan Konsumsi BBM

Jumat, 27 Februari 2015 | 13:00 WIB


Jakarta - Ada beberapa pertanyaan yang langsung meluncur dari mulut beberapa rekan Mr. Testo, terhadap sosok Yamaha NMAX. Pertanyaan paling mendasar adalah soal kenyamanan berkendara dengan big skutik berkapasitas mesin 150 cc ini.

Lalu pertanyaan yang lebih dalam, soal performa mesin NMAX. Baru paling akhir adalah soal konsumsi bahan bakar dari skutik yang dibaderol Rp 27,4 juta ini.

Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, Mr Testo melakukan test ride. Bukan hanya perkara menjawab pertanyaan saja, tapi setelah edisi lalu melakukan first ride dan sekarang saatnya test ride.

Headlamp LED, andal menemani riding malam hari

Mr. Testo yang melakukan pengetesan terhadap NMAX, memiliki tinggi badan 180 cm dengan berat 77 kg. Pengetesan dilakukan langsung di jalan raya dan untuk mengukur performa mesin, dilakukan menggunakan data dari Racelogic.

Sementara untuk konsumsi bahan bakar, mesin Blue Core NMAX diisi dengan bahan bakar Pertamina jenis Pertamax. Sedangkan metode pengetesannya secara full to full and let’s start the engine.

Instan fuel economic yang ada di spidometer sebelah kanan, bisa kontrol konsumsi bahan bakar

Dengan jarak terendah ke tanah yang 135 mm, sebenarnya ada keraguan di hati Mr. Testo. Terutama saat NMAX diajak bermain di jalan yang keriting ataupun ketika harus merasakan polisi tidur. “Keraguan didasarkan pada ayunan suspensi depan saat melibas jalanan keriting dan polisi tidur, dengan kecepatan 15-20 kpj,” ungkap Mr. Testo.

Dan benar saja, terdengar bunyi sreeek…saat melewatinya pada kecepatan tersebut. Itu terjadi beberapa kali dan baru hilang bunyi tersebut, setelah kecepatan NMAX sedikit diturunkan.


Namun ada hal lain yang membuat Mr. Testo tertegun dengan suspensi depan NMAX. Di jalanan keriting maupun saat melibas polisi tidur tadi, NMAX melaju dengan lembut.

“Mampu diredam dengan baik oleh suspensi teleskopik bawaan NMAX dan membuat rider lebih nyaman mengendarai. Tapi bertolak belakang dengan suspensi belakang yang terasa sangat keras,” ujar Mr. Testo.

Model suspensi ganda di bagian belakang dengan posisi tegak, memang terasa keras saat single riding. Namun saat berkesempatan riding di trek balap di Sentul, Bogor, kerasnya suspensi belakang itu justru bikin anteng NMAX saat melahap tikungan.

Lanjut ke soal performa NMAX di kondisi jalanan sesungguhnya. Saat grip gas mulai dipelintir, sudah terasa entakan mesinnya dan itu menandakan bahwa putaran mesin bawah NMAX andal untuk diajak membelah kepadatan jalan di banyak kota di Tanah Air.

Pijakan kaki seluas ini, nyaman banget!

Dengan alat yang Racelogic, tertera bahwa top speed NMAX nangkring pada angka 109,5 kpj dan bila yang jadi patokan adalah angka pada spidometer, maka yang tertera 112 kpj. “Di trek Sentul, top speed bisa lebih cepat. Perbedaan angka saat test di jalan raya dan sirkuit karena cara start-nya,” sahut Mr. Testo.

Maksudnya saat tes di jalan raya, start dari posisi spidometer di angka 0 kpj. Sementara saat di trek Sentul pakai model flying start. Artinya NMAX masih dalam kondisi jalan untuk mencari top speed dan bukan start dari 0 kpj. Pada saat itu, di tikungan terakhir spidometer menunjukkan angka 80 kpj dan paling kencang dicapai 117 kpj.

Pengetesan di jalan raya, juga mengukur berapa cepat NMAX melaju dalam jarak 0-60 kpj dan hasilnya 6,2 detik (lihat tabel). Selain itu juga didapat data jarak tempuh, untuk menempuh 0-100 m dibutuhkan waktu 8,6 detik.

Suspensi belakang yang berdiri tegak, keras kalau single riding

Untuk konsumsi bahan bakar, hasil pengetesan diperoleh jarak 48 km untuk 1 liter Pertamax. Angka tersebut dengan kondisi jalan raya lengang dan kecepatan dipatok pada 60 kpj.

Asyiknya lagi, berkendara dengan NMAX enggak hanya bisa merasakan performa dan handling. Adanya indikator Instant Fuel Economic pada spidometer. Di fitur itu, rider bisa mengontrol pemakaian bahan bakar secara real dengan penunjuk ‘Bar (batang)’ yang tiap Bar-nya mewakili 10 km/liter. Mirip fitur Eco di mobil nih. (otomotifnet.com)

Data akselerasi :
0-60 km/jam : 6,2 dtk
0-80 km/jam : 11,1 dtk
0-100 km/jam : 21,1 dtk
0-100 m : 8,6 dtk
0-201 m : 13 dtk
Top Speed (Spidometer) : 112 km/jam
Top Speed (Racelogic) 109,5 kpj
Konsumsi 48 km/liter
Editor : Dimas Pradopo

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA