Test Ride Honda CBR250RR di Sirkuit Sentul, Air Dam Punya Pengaruh Besar

Minggu, 8 Januari 2017 | 10:39 WIB

Bogor - Setelah test ride untuk harian, beberapa minggu lalu (18/12) OTOMOTIF berkesempatan menjajal All New Honda CBR250RR di sirkuit Sentul, Bogor. Target utama ingin merasakan lebih dalam handling saat di kecepatan tinggi. Namun sayang terhalang cuaca khas Bogor, hujan! Huufff... enggak bisa memecahkan top speed deh..

Keluar dari pit, riding mode langsung dipindahkan ke Sport+, yang memang cocok untuk gas pol di sirkuit! Memanaskan ban sejenak sambil beradaptasi dengan posisi berkendaranya yang sudah racy, nungging layaknya motor balap sungguhan.

Pelintir gas dalam langsung dilakukan dari tikungan ke-2 menuju tikungan 3, sensasi mesin 250 cc 2 silinder segaris dengan muntahan tenaga maksimal 31,06 dk di 13.300 rpm, yang diukur pakai dynamometer Dynojet 250i milik Sportisi Motorsport di Rawamangun, Jaktim sangat luar biasa ganas, apalagi saat peak power, maknyus!

Dorongan tenaga dikecepatan tinggi semakin kencang, pasti karena ada air dam dibalik fairing

Tiap perpindahan giginya serasa motor mengajak rider untuk terus membuka gas secara penuh, nafas enggak ada habisnya! Namun perpindahan terasa cukup sulit jika hanya mengandalkan blipping tanpa kopling. Masuk tikungan engine brake terasa halus, tidak membuat roda belakang mengunci, salah satu faktornya karena perbandingan rasio transmisi yang terbilang close.

Rem depannya masih dirasa mumpuni untuk kebutuhan di sirkuit, tidak perlu menekan terlalu dalam untuk mengurangi laju. Suspensi depan dan belakang bekerja maksimal ketika di tikungan,

“Walaupun masih menggunakan ban standar, motor terasa stabil bangeeettt! Masih cukup mendukung untuk rebah sampai sliding pad menyentuh aspal,” ujar Tester OTOMOTIF.

Yang juga bikin kaget adalah posisi footstep standarnya, sudah agak ke belakang dan nangkring sehingga enggak mudah menyentuh aspal. Tapi kalau mau lebih aman copot saja tonjolan yang berada di ujung bawah footstep, yang berfungsi sebagai pengukur ketika motor sudah terlalu miring.

Begitu keluar tikungan langsung buka gas, maka badan terhentak ke belakang karena dorongan torsi maksimum 19,16 Nm di 9.600 rpm berasa kuat. Handlingnya tetap stabil dan mudah dikendalikan, klop dengan tagline “Total Control.” Masuk tikungan akhir posisi sudah bersiap menyambut straight, dengan langsung merunduk untuk meraih top speed tertinggi.

Sebagai catatan hasil tes OTOMOTIF sebelumnya baru bisa 179 km/jam. Namun sayangnya tiba-tiba turun hujan! Sehingga terpaksa mengerem lebih awal untuk safety, yang artinya upaya pemecahan top speed gagal, karena baru sampai 170 km/jam.

Editor : Parwata

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA