Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Janggal, Oknum Polisi Tak Izinkan KNKT Periksa Rem Truk Yang Tewaskan 12 Orang di Brebes, Tutupi Sesuatu?

Iday - Minggu, 10 Juni 2018 | 10:00 WIB
Bangkai Truk yang menabrak banyak sepeda motor dan beberapa rumah di Bumiayu Brebes
TRIBUNJATENG/ MAMDUKH ADI PRIYANTO
Bangkai Truk yang menabrak banyak sepeda motor dan beberapa rumah di Bumiayu Brebes

Otomotifnet.com - Ada yang janggal dari proses investigasi truk maut di Brebes, Jateng.

Memang, tim gabungan pencari fakta kecelakaan truk maut yang menewaskan 12 orang di Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Brebes beberapa waktu lalu, telah rampung bekerja.

Tim gabungan ini terdiri dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang menggandeng akademisi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Jogja dan Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Kota Tegal serta dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Tapi dalam proses investigasi, tim menemukan kendala berarti.

Mereka tidak diperbolehkan memeriksa kondisi ban depan truk maut oleh oknum dari kepolisian.

(BACA JUGA: Katanya Sih Cewek Sukabumi, Ditilang Polisi Bukannya Marah Malah Selfie)

Ketua Tim Investigasi KNKT, Achmad Wildan, mengatakan meskipun investigasi sudah selesai, namun ada beberapa item pemeriksaan lebih lanjut yang harus dilaksanakan pihaknya.

"Kami kesulitan untuk memeriksa kondisi bagian roda depan truk karena tidak diberikan akses oleh kepolisian," kata Wildan, Sabtu (9/6/2018).

Tim yang kesulitan tersebut yang khusus memeriksa kondisi kendaraan atau bangkai truk yang terdapat di Terminal Bumiayu.

Sedangkan tim lain menganalisis geometerik atau kondisi jalan, yakni dari flyover Kretek, turunana Pagojenagan Kecamatan Paguyangan, hingga jalan di lokasi kejadian di Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu.

(BACA JUGA: Remuk! Honda CBR250RR Cedera Parah, Rider Alami Guncangan Batin)

Wildan mengatakan pihaknya mengalami keterbatasan saat mengumpulkan data yang faktual dan objektif terkait kondisi kendaraan karena lantaran akses.

"Kami curiga ada perbedaan data pada roda depan. Yakni merek kampas dan rem ban depan di bagian kanan dan kiri yang berbeda. Karena itu, kami perlu memeriksa lebih lanjut. Namun sayang saat akan melakukan pembongkaran, tim tidak diberikan izin dari kepolisian, alasannya tidak tahu," ujarnya.

Editor : Iday
Sumber : Tribun Jateng

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa