Daytime Running Light, Apa Fungsi Sebenarnya?

Dimas Pradopo - Selasa, 20 Januari 2015 | 10:14 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

Salah satu fitur keselamatan atau pemanis mobil saja


Jakarta - Daytime Running Light (DRL) kini sudah menjadi peranti wajib di mobil keluaran baru di Indonesia. Bukan hanya mobil Eropa atau Amerika yang mengaplikasikan, tetapi kendaraan asal Jepang dan Korea pun sudah sematkan DRL sebagai fitur pemanis dan signal petanda keberadaan mobil di jalan raya.

Awal mulanya Bangsa Eropa seperti Finlandia, Swedia, dan Rusia sebagai Negara pelopor yang menerapkan penggunaan DRL pada mobil seperti Volvo, sekitar tahun 1972-an. Alasannya, sebagai fitur keselamatan petanda mobil di siang hari. Karena di Negara tersebut memiliki sinar matahari sedikit dibandingkan Negara Asia yang dilewati garis khatulistiwa.

“DRL adalah teknologi yang dibuat untuk menunjang keselamatan berkendara khususnya dari sektor visibiliti. Alat ini akan memancarkan cahaya yang akan menyala pada siang hari untuk memberi informasi kepada pengguna jalan lain,” jelas Jusri Pulubuhu, dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).

No caption
No credit
No caption


Kini stoplamp juga dilengkapi dengan DRL

Bahkan selama musim dingin DRL sebagai fitur utama keamanan, untuk mengurangi angka kecelakaan pada saat itu. Di Eropa DRL di desain khusus karena akan menyala sepanjang waktu saat mobil dihidupkan, oleh karena itu tenaga listrik yang diambil oleh lampu tersebut kebanyakan bukan berasal dari baterai atau aki mobil.

“Untuk mobil Audi tenaga listrik untuk DRL tidak diambil dari aki, tetapi dari sistem khusus yang diberi nama recuperation. Serupa dengan kinerja hybrid yang salah satunya dihasilkan dari sistem pengereman yang menghasilkan listrik dan di simpan dalam sebuah baterai. Jadi tidak membuat aki tekor,” jelas Krisna Aditia A, SP, Sales Trainer PT Garuda Mataram Motor, Audi Center MT. Haryono, Jakarta Selatan.

Selain itu, DRL yang dipancarkan tidak membuat silau pengguna jalan lain dan letaknya pun berada di dalam headlamp. Dengan jangkauan penglihatan terhadap pengendara lain 5 – 10 meter. Secara otomatis bila sudah malam hari lampu utama dihidupkan DRL akan meredup dengan sendirinya.



Mobil Jepang juga sudah di lengkapiDRL

“Pada ketentuannya DRL diciptakan dalam dua hal yang pertama sebagai fitur keselamatan dan yang kedua sebagai brand image atau ciri khas mobil tersebut. Cahaya yang dihasilkan pun tidak berlebihan khususnya pada malam hari, yang dapat menyilaukan atau menarik perhatian pengendara lain dan hilang konsentrasi,” jelas Krisna.

Bagaimana DRL yang ada di Tanah Air? Khusus untuk produk aftermarket yang beredar di pasaran. Pada siang hari DRL memberikan sisi positif karena sinar lampu yang dipancarkan membantu menandakan mobil.

Tetapi sebaliknya bila malam hari bisa mengganggu pengendara lain, karena kebanyakan aksesori DRL yang dijual tidak meredup secara otomatis pada malam hari atau dimatikan. Malahan ada cahaya DRL lebih terang dibandingkan lampu utama.

“Visibility sangat penting di jalan raya. Dengan menggunakan DRL bisa memberikan informasi pada kendaraan lain karena dapat menarik perhatian, sehingga dapat mengetahui posisi kendaraan dan dapat terlihat dari jarak jauh khusus untuk siang hari atau jalan berkabut. Untuk malam hari lebih baik dimatikan an, kalau DRL tidak bisa meredup secara otomatis,” tambah Jusri.

“Sebaiknya lampu DRL pada mobil digunakan sesuai anjuran pabrikan mobil. Maksudnya hindari penambahan lampu, kalaupun terdapat DRL itu sudah tersedia dari pabrikan mobil yang sudah dipasangkan di kendaraan. Karena pabrikan mobil biasanya sudah memperhitungkan cahaya yang dikelurakan dan sesuai kegunaan,” tutup Krisna. • (otomotifnet.com)


Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Dimas Pradopo

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa