Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Edwin Adjisatriyo Jadi Pionir Bodikit OEM

Dimas Pradopo - Rabu, 14 Januari 2015 | 16:06 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

“Selalu ajak ngobrol konsumen untuk bertukar pikiran, mencoba menggabungkan antara idealisme saya, apa yang sedang tren saat itu dan keinginan konsumen sehingga tercipta kombinasi yang oke. ..”


Jakarta - Pria yang bernama Edwin Adjisatriyo ini namanya sempat malang melintang di dunia modifikasi Indonesia sejak tahun 1998, berawal dari membuka bengkel cat yang bernama Autospot di Bali di tahun 1998 sampai akhirnya beberapa tahun belakangan menjadi vendor resmi salah satu APM mobil di Indonesia untuk membuat tampilan MPV 7 seater jadi lebih modis. Apa saja ya kiatnya?

“Saya itu senang dengan keunikan, mau jadi pionir, dan harus tampil lain dari yang lain. Itu yang menjadi prinsip kreatif saya selama ini,”ujar Edwin, sapaan akrabnya. Edwin tidak serta merta menerima begitu saja keinginan konsumennya, apalagi sebagai ‘seniman’ ia juga punya idealisme.

No caption
No credit
No caption


Hasil kreatifitas Edwin yang sampai keluar negeri

“Saya selalu ajak ngobrol konsumen untuk bertukar pikiran, mencoba menggabungkan antara idealisme saya, apa yang sedang tren saat itu, dan keinginan konsumen sehingga tercipta kombinasi yang oke. tapi kalau konsumen bersikeras mempertahankan desainnya yang menurut saya tidak akan mempercantik mobil, saya pasti akan menolak,” tegasnya. Jadi intinya harus balance ya!

Bagaimana Anda menilai harga sebuah proyek? “Itu tergantung tantangannya, tingkat kesulitan desain dan penerapannya. Dari situ saya baru bisa membuat ‘harga’ dari sebuah proyek,” ucap pria modis ini.

No caption
No credit
No caption


Rajin mencari inspirasi di dunia maya

Nah, parameter apa saja yang jadi pegangan Anda dalam memberi harga satu proyek? “Untuk case tertentu kita ada design fee, material cost, labour fee, instalation fee, baru terakhir profit kita,” bilang ayah 4 anak ini.

Agar skill-nya tidak ‘luntur’, Edwin rajin datang ke motorshow dalam dan luar negeri, sering browsing, lihat majalah dalam dan luar negeri, juga mencoba mengutak-atik tren yang lagi in ke mobil yang ada di pasar Indonesia. “Jangan sampai kehilangan skill desainnya, enggak semua orang punya skill itu,” senyumnya.

No caption
No credit
No caption


Target 400-600 unit bodykit setiap bulan harus terpenuhi oleh Edwin dan timnya

Hebatnya lagi, Edwin ternyata bisa melakukan hampir semua hal yang menyangkut urusan bodi. “Saya bisa bikin dari clay modelling sampai mock up bahkan sampai ngecat pun saya bisa,” ujarnya lagi. Di sela kesibukannya, hobi modifikasinya tetap berjalan, terlihat pada mobil Jeep Wrangler JK short, Mercy SL55 AMG, BMW 640i dan Mini Cooper miliknya yang sudah dimodifikasi. “Namanya juga hobi, harus disempatin hehehe,” kekehnya.

Edwin dulu pernah kerja praktek di Renntech di Delray beach, Florida, selama 2 tahun sambil kuliah tahun ‘90 - ‘92. Disitulah jiwa ‘ngecat’ Edwin timbul, “Saya belajar mulai dari persiapan body repair sampai mengaduk warna di sana,” tuturnya. Makanya Edwin bisa bikin ‘Hot Paint Factory’ sejak di Bali tahun ‘98, “Saya bikin cat bunglon yang jadi ngetren di tahun 2000 di BMW Z3, selain itu saya juga bikin tren cat flix yaitu cat dengan motif metalik yang kasar di mobil Chevy Blazer waktu itu,” kenangnya.



Edwin dengan mobilnya, hobi harus tetap jalan!

Sekarang, pria 44 tahun ini bersama Autospot memegang desain bodykit Suzuki APV Arena Luxury 1 dan 2 juga Ertiga Sporty yang dijual massal oleh APM Suzuki di Indonesia. “Sebulan saya harus buat sekitar 400 sampai 600 unit bodykit APV Luxury dan Ertiga Sporty sekarang,” tutur Edwin.

Yang paling membanggakan adalah desain bodykit Ertiga Sporty yang dipamerkan berikut unit Ertiga di Bangkok Motor Show tahun ini. Edwin sekarang jadi vendor resmi Suzuki untuk desain dan produksi juga development untuk mobil Suzuki di Indonesia. Keren!. •(otomotifnet.com)

Editor : Dimas Pradopo

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa