Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Rawat Busi Motor, Jangan Asal Ampelas!

Editor - Jumat, 2 Juli 2010 | 19:15 WIB
Rawat Busi Motor, Jangan Asal Ampelas!
Rawat Busi Motor, Jangan Asal Ampelas!

OTOMOTIFNET - Walau bentuknya kecil, peran busi pada mesin sepeda motor sangat fital. Gimana enggak! Kalau si imut ini bermasalah, mesin motor mati total karena gak ada api yang membakar campuran bensin dan udara di ruang bakar.

Nah masalahnya, kemungkinan busi bermasalah ini dipicu dua hal; usia pakai dan perlakuannya. “Artinya, walau si busi gak diutak-atik, namun tetap ada kemungkinan busi cepat mati jika salah perlakuan,” urai Ari Widianto dari bengkel GMotor.

Ilustrasi. Ini pilihan businya, ada NGK dan Denso
Salim/Otomotifnet
Ilustrasi. Ini pilihan businya, ada NGK dan Denso

Gbr 1
Ilustrasi. Ini pilihan businya, ada NGK dan Denso
Salim/Otomotifnet
Ilustrasi. Ini pilihan businya, ada NGK dan Denso

Gbr 2

Lebih lanjut Ari mengatakan, parahnya banyak pemilik kendaraan yang masih salah memperlakukan busi, padahal itu hal yang basic. Maklum, karena sifatnya yang mudah dan minim perawatan, jadi busi kerap diberlakukan sembarangan,” lanjutnya.

Paling utama ada di bagian center elektroda (gbr.1). Dalam proses membersihkan busi, bagian atas center elektroda kerap diampelas. Itu salah! Sebab, bagian itu diciptakan flat. Kalau diampelas, permukaannya jadi gak rata sehingga percikan api jadi menyebar,” wantinya.

Lebih lanjut pria ramah itu bilang, kalaupun ingin diampelas yaitu bagian bawah ground electrode (gbr.2) yang menghadap langsung ke center elektroda. “Usahakan ampelas pakai ukuran yang agak halus atau maksimal ukuran 500,” sambungnya.

Untuk bagian yang sulit terjangkau seperti nose insulator (gbr.3), cukup bersihkan pakai sikat kawat. Jangan cuci busi pakai bensin atau minyak tanah. “Hasilnya memang lebih bersih, namun kalau dilakukan berulang-ulang, malah memperpendek umur busi,” sahutnya lagi.

Ilustrasi. Ini pilihan businya, ada NGK dan Denso
Salim/Otomotifnet
Ilustrasi. Ini pilihan businya, ada NGK dan Denso

Gbr 3
Ilustrasi. Ini pilihan businya, ada NGK dan Denso
Salim/Otomotifnet
Ilustrasi. Ini pilihan businya, ada NGK dan Denso

Gbr 4

Oh iya ada satu hal lagi yang paling medasar tapi kerap diabaikan, yakni melepas dan memasang busi saat keadaan mesin masih panas. Risiko sleg pada drat busi sangat besar. Makanya, tunggu sampai mesin agak dingin jika mau melakukan aktivitas seputar busi. Gitu juga cop busi, lo!

Sebab di bagian cop busi terdapat peranti dari karet (gbr.4). “Kalau dibuka saat suhu mesin masih panas, karet itu mudah rusak atau sobek,” urai mekanik yang buka praktik di daerah Rempoa, Jaksel ini.

Nah kalau mau awet, Ari memberikan pakem dasar masalah busi ini. Pastinya, pilih busi sesuai kode yang ditetapkan pabrikan. Misal panjang drat busi (gbr.5) atau pemilihan busi dingin atau panas.

Selain itu atur kerenggangan celah busi dengan akurat. Angka yang dianjurkan, 0,8-1,2 mm. Jangan sembarangan mengatur celah busi pakai perasaan. Melenceng 0,1 mm saja performa busi bisa gak maksimal dan efek dominonya mesin jadi boros BBM.

Terakhir, ini efek gak langsung yang bisa bikin busi rusak, yakni pemilihan angka oktan. Oktan yang gak sesuai dapat menyebabkan mesin overheat. Kalau dibiarkan, kepala busi bisa meleleh,” tutup Ari.

Penulis/Foto: Atenx / Atenx

Editor : Editor

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa