Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Tetap Waspada Pada Beberapa Bagian SX-4, Apa Saja? (bag.1)

billy - Rabu, 20 April 2011 | 08:03 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

JAKARTA - Percaya atau tidak, belum lama ini Suzuki SX4 berhasil mempertahankan  prestasinya sebagai mobil yang memiliki permasalahan terendah di segmen hatchback premium selama dua tahun berturut-turut. Berdasarkan hasil studi kualitas berbasis konsumen yang dilakukan sebuah lembaga riset di lingkup Asia Pasifik.

Tolak ukurnya yakni input yang dialami pemilik dengan kendaraan barunya dalam masa pakai antara dua bulan hingga enam bulan. Menilik kriteria yang diukur yang meliputi sektor eksterior, fitur, pengalaman berkendara, audio sistem, navigasi, tempat duduk, pendingin ruangan, mesin, dan transmisi.

Bagi anda yang kadung jatuh cinta dengan andalan Suzuki ini, aspek perawatan berkala tetap wajib diperhatikan agar kondisi kendaraan selalu optimal dan kenyamanan berkendara selalu terjaga. Bukan berarti posisi mobil ini sebagai pelahap segala kondisi jalan, seperti yang divisualisasikan pada media promosinya, bisa dikendarai semaunya. Namun, paling minim masalah bukan berarti tidak berpotensi punya masalah.

Beberapa pengalaman dari pemilik menuturkan ragam aspek yang wajib diketahui sebagai langkah antisipasi. Kalau dibilang paling minim masalah, boleh saja berujar 'percaya tidak percaya'.

No caption
No credit
No caption

Rack Steer
Salah satu masalah yang kerap dialami sebagian pemilik SX-4 yakni di sektor kaki-kaki. "Bunyi gemuruh kencang dari luar kabin kalau lewat jalanan paving block yang bergelombang," ujar Dedy Yudantyo, pemilik Suzuki SX-4 lansiran 2007.

Lebih lanjut, pengurus Suzuki SX-4 Club Indonesia (SXCI) ini menuturkan pengalamannya setelah menggunakan low SUV ini selama dua tahun setelah kondisi baru. Diakuinya, gejala ini bisa terjadi dalam selang waktu yang berbeda bila dibandingkan mobil sejenis dengan usia sama. "Tergantung kondisi jalan juga," ucap pria yang menjabat sebagai divisi teknis di SXCI.

Namun, gejala seperti ini menurut perwakilan bengkel resmi bukanlah suatu cacat produk. "Penyebab bunyi di kaki-kaki bisa bermacam-macam," tegas Ronny Gunawan, workshop head Suzuki Pekanbaru, Riau. Secara detail, pria berkumis ini menerangkan kemungkinan pertama adalah dari komponen tie rod steering yang sudah aus.

Efek paling terasa adalah lingkar kemudi yang kerap bergetar diiringi bunyi berisik. Kemungkinan kedua adalah lemahnya kinerja arm roda akibat ball joint yang sudah oblak atau rusak termakan usia, karena posisinya menyatu dengan arm. Gejalanya yakni timbul bunyi seperti benturan besi di area roda ketika melibas jalanan rusak.

Kemungkinan ketiga, "Bisa saja sokbreker yang mati," ujar Ronny yang mencirikan efeknya laju mobil menjadi tidak stabil. "Semuanya bisa terjadi akibat sering melintas jalanan rusak," jelas pria yang sudah menggeluti berbagai tipe mobil Suzuki selama lebih dari 20 tahun ini. Solusi untuk ketiga kemungkinan permasalahan ini, Ronny menyarankan penggantian komponen yang baru.

No caption
No credit
No caption

Kaki-Kaki
Terlahir dengan konsep all-terrain alias small SUV, bukan berarti kaki-kaki SX-4 bebas masalah. Justru karena dianggap handal melibas jalan jelek, performa kaki-kaki 'cepat lelah' akibat cara setir pemiliknya.

Selama masih mengusung penggerak roda depan dan jalanan di Tanah Air masih banyak berlubang, usia pakai kaki-kaki memang cenderung lebih pendek.

Komponen seputar kaki-kaki seperti laher roda, as roda, karet boot as roda hingga suspensi (sokbreker) minta lebih cepat untuk diganti.

"Tetapi kalau mau 'main' parts genuine Suzuki bisa merobek kantung karena sebagian besar masih built-up Jepang," jelas Moerdi, salah satu petinggi klub Suzuki SX-4.

Semisal saja sokbreker depan orisinal yang dibanderol Rp 1,2 juta perbuah. Sementara sokbreker belakang dipatok Rp 800 ribu/buah.


Bushing Steer
Sistem kemudi Suzuki SX-4 yang memakai electronic power steering (EPS), menuntut peranti bernama bushing steer yang bermaterial semacam plastik keras.

Desain konstruksi bushing steer hanya mengandalkan pelumasan dari gemuk (grease) biasa yang sering 'kalah' karena panas tinggi dan kondisi jalan jelek di Indonesia.

Tak heran bila Suzuki SX-4 berusia 3 tahun pakai, kerap mengalami kerusakan pada bushing steer. "Indikasinya adalah bunyi gruduk-gruduk saat roda depan 'kena' aspal berlubang," jelas Geren Armada, anggota milis SX-4 Indonesia yang pakai SX-4 2008 ini.

Saat ditanyakan ke salah satu bengkel resmi di Jaksel, solusinya berupa penggantian parts namun bukan lagi versi orisinal. "Komponen dibuat ulang sesuai spesifikasi pabrik tetapi material dibuat lebih keras memakai black teflon," urai Geren lagi. (mobil.otomotifnet.com)

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa