Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Do Something Atasi Macet Jakarta

billy - Senin, 22 Agustus 2011 | 06:02 WIB
No caption
No credit
No caption


Azas Tigor Nainggolan, harus berbuat sesuatu untuk atasi Jakarta
JAKARTA -
Molornya sosialisasi dan pemberlakuan pembatasan kendaraan berdasar warna mobil, mengundang tanggapan Azas Tigor Nainggolan. Menurutnya, pembatasan itu termasuk salah satu rekomendasi Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ).

"Pembatasan kendaraan berdasar warna gelap terang atau yang lain seperti nomor ganjil dan genap itu akan membantu mengatasi kemacetan di Jakarta," ujar Tigor.

Menurut ketua DTKJ ini, pemerintah harus do it something untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Pasalnya memang rasio jalan dengan jumlah kendaraan yang beredar sudah sangat tidak seimbang. Jadi upaya pemberlakuan pembatasan warna gelap terang pun termasuk yang direkomendasikan pula.

"Kalau menurut saya, meski tetap ikut mengatasi kemacetan, namun rasionya tidak sampai 50 persen. Sebab kan tidak berarti fifty-fifty kalau berdasarkan gelap terang. Tetapi kalau berdasarkan nomor ganjil genap akan bisa mengurangi kemacetan 50 persen yang tentu itu sangat signifikan," lanjut pria yang akan berulang tahun ke-50 ini.

Ditanya pengawasannya akan lebih susah pada pembatasan nomor ganjil genap, Tigor kurang sependapat. Karena selain ada mekanisme misalnya dengan penempelan stiker, juga tidak susah melihat pembedaan pelat nomor. "Saya aja yang umurnya hampir 50 tahun, melihat dari jarak 20 meter lebih masih bisa kok. Apalagi pasti polisi atau dishub memiliki mekanisme yang lebih mudah dicerna para pemilik mobil," ungkap Tigor.

Bahkan Tigor ingin pembatasan ini tidak hanya diberlakukan kepada pemilik kendaraan pribadi, melainkan juga pemilik sepeda motor. "Jangan salah, sepeda motor juga ikut andil bagi kemacetan di ibukota. Bisa dikatakan bahwa sekarang ini setiap orang Jakarta dan sekitarnya (Jabotabek) memiliki sepeda motor. Malah survey terakhir menunjukkan, orang memilih naik motor ketimbang pakai angkutan umum karena faktor mobilitas," urainya.

Karena itu pula, pria kreatif ini juga menyarankan pemberlakuan pembatasan warna gelap terang atau ganjil genap diterapkan untuk angkutan umum. "Apakah akan merugikan pemilik angkutan? Saya kira tidak. Sebab saat ini jumlah angkutan umum yang beredar juga sudah over capacity. Daripada jalan juga tidak penuh, lebih baik diatur sesuai pembatasan namun penumpangnya bisa lebih maksimal. Dari sisi konsumsi bahan bakar juga lebih irit," lanjut Tigor.   (mobil.otomotifnet.com)

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa