| Foto : Motorsport |
OTOMOTIFNET - Suguhan F1 seri Hongaria akhir pekan kemarin, menjadi bukti bahwa tidak ada yang bisa diprediksi dengan tepat di balapan F1. Bukan hanya barisan pembalap terdepan saja yang menarik untuk di simak, namun deretan pembalap di barisan tengah pun kian agresif. Dan ini diperlihatkan oleh Michael Schumacher dengan mantan rekan setimnya Rubens Barrichello.
Barrichello yang dipepet ke tembok oleh Schumi, menganggap bahwa mantan rekan setimnya itu cukup gila. Sehingga membuat ia nyaris menabrak tembok pembatas pit di sepanjang jalur lurus. Beruntung tembok pitnya sudah habis dan Barrichello selamat dari kemungkinan menabrak tembok saat akan menyalip Schumi.
“Saya mempunyai banyak pengalaman khususnya dengan orang gila seperti Schumi, dan saya selalu saja mengalah. Tapi tidak hari ini, saya bangga bisa menyalip dan melakukan manuver ekstrim seperti itu kepada Schumi. Namun saya hanya kecewa, mengapa ia melakukan hal seperti itu lagi,” ungkap Barrichello usai berlangsungnya balapan.
Jika melihat tayangan ulang dari sesi tersebut, Barrichello mengakui bahwa jika saja saat itu mereka saling bersenggolan, yang bakal lebih celaka adalah Schumi. Karena Barrichello sendiri sudah cukup rapat ke tembok. Barrichello memprediksi bahwa Schumi akan terhempas ke tembok jika ia terus melakukan itu.
“Yang jelas hal ini seharusnya tidak terjadi lagi. Apalagi setelah sempat berhenti selama tiga tahun lamanya. Karena ini sama saja ia membawa kembali mentalnya yang dulu ke masa sekarang,” imbuh Barrichello.
Akibat tindakan berbahaya dari Schumi itu, Stewards pun menjatuhkan hukuman denda kepada Schumi berupa 10 grid start. “Inilah F1 bro...!” jelas Schumi singkat. Hmm...!
Penulis : Uda
| Editor | : | Editor |
KOMENTAR