Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

All About Perawatan Panel Interior, Beda Bahan, Beda Perlakuan

Parwata - Senin, 4 Juli 2016 | 10:56 WIB
All About - Perawatan Panel Interior Beda Bahan, Beda Perlakuan
Rian/otomotifnet
All About - Perawatan Panel Interior Beda Bahan, Beda Perlakuan

    

Otomotifnet.com - Melakukan perjalanan panjang, sudah pasti kotoran menempel di mana-mana. Enggak hanya bagian eksterior, termasuk juga pada interior.

Tak bersih maka tak nyaman. Begitu lah yang pasti dirasakan jika masuk ke kabin.

Hal-hal seperti sampah remah-remah dan jenis lainnya memang mudah dibersihkan, namun tahu kah cara merawat beberapa bahan spesifik di interior?

Karena interior tidak menggunakan bahan metal berlapis cat yang sama dengan eksterior, perlakuan paling sempurna untuk memberihkannya jelas bukan menggunakan sabun lalu dilap chamois.

Mau melakukan perawatan sendiri? Sudah barang tentu hal itu bisa dilakukan dengan mudah. Apalagi di pasaran sudah banyak cairan pendukung untuk melakukan hal tersebut.

Namun jangan sampai melakukan hal-hal terlarang saat melakukan perawatan. Bisa-bisa enggak hanya bersih yang didapat, tapi juga baret-baret tipis.

OTOMOTIF membagi bahan interior yang paling sering dijumpai dalam kabin menjadi 9 jenis, yaitu hard plastic, soft plastic, soft touch material, leather padded, suede atau alcantara, wood panel, carbon fibre, chrome dan piano black.

Berikut cara perawatan yang paling direkomendasikan berdasarkan masing-masing jenis bahan tersebut. 

Plastik Keras

Populasi material ini sudah pasti paling populer. Tidak heran, wujudnya bisa ditemui hampir di setiap mobil yang populer seperti Toyota Avanza, Suzuki Ertiga, Honda Jazz atau Mazda2 lawas.

Bentuknya yang sangat solid hanya menyisakan pori yang sangat kecil, sehingga tidak mudah bagi kotoran untuk hinggap ke bahan ini.

Bagi yang memiliki hard plastic berwarna hitam, biasanya hanya rentan terkena debu.

“Membersihkan material seperti ini sebaiknya tetap memakai microfiber untuk menghindari lecet,” ujar Aldo Kusuma dari usaha detailing Klar Care.

Namun dijelaskan, penggunaan chamois yang bersih sebenarnya tidak apa-apa, bila bahan ini ditemui di bagian bawah door trim.

Sedangkan yang berwarna beige, lebih mudah kotor, misalnya lama-kelamaan menghitam secara alami atau karena tidak sadar sering tersentuh.

Cairan berbahan silikon biasanya cenderung hanya berfungsi untuk memberi kilap lebih atau wet-look pada bahan ini.

Untuk membersihkannya, cairan berbasis foam cleaner yang menjanjikan deep cleaning (Tuff Stuff, Turtle Wax, Scotch Gard) dapat perlahan menghilangkan kotoran menghitam tersebut.


Plastik Lembut

Memang material ini tergolong jarang, namun bisa ditemui di beberapa mobil low end, seperti pada dasbor dan door trim bagian atas Hyundai Grand Avega. Meski sama-sama plastik, membersihkan bahan satu ini perlu ekstra-hati-hati, karena mudah sekali menimbulkan baret yang akan sangat terlihat.
    
“Membersihkannya lebih baik pakai kain basah, kemudian dikeringkan dengan microfiber,” ujar Taufik Hidayat, Ketua Umum Grand Avega Community yang sudah lama berhadapan dengan material ini di komunitasnya.

Penggunaan cairan berbasis silikon akan membuatnya terlihat mengkilap, namun sangat rentan dengan fingerprint dan menangkap debu, sehingga tidak disarankan.

Editor : Parwata

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa