Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Gokil, VW Scirocco 2.0 Ini Coak Sasis Supaya Depan Belakang Rata Nempel Tanah. Begini Cara Modifnya!

otomotifnet.com - Selasa, 11 Juli 2017 | 22:54 WIB
No caption
No credit
No caption

Jakarta - Banyak pemilik Scirocco yang beranggapan kalau mobilnya tidak bisa kandas sampai nempel tanah. Paling maksimal, depan nempel tapi belakangnya masih ‘nungging’. Jadi susah buat rata tanah.

VW Scirocco itu karakter desainnya memang nungging, dan konstruksi suspensinya memang susah buat nempel sama tanah,” jelas Vino dari gerai Platinum di Cipinang, Jakarta Timur yang kebagian mengerjakan sektor bodi. 

Tapi kalau diperhatikan, Scirocco milik Satya ini bisa nempel tanah secara merata. “Buat sampai bisa kayak begini, panjang perjuangannya,” curhat Vino.

Salah satu penyebabnya adalah swing arm suspensi depan keburu mentok dengan sasis saat dikandasin. Solusi buat masalah ini.

“Sasis depannya gue coak 2 jari, biar swing arm enggak mentok,” tutur Vino yang mengaku sudah mencoak 3 sasis Scirocco.

Amankah? “Sampai sejauh ini aman-aman saja,” klaim Vino.Tapi rupanya coak sasis saja tidak cukup. Harus dilanjutkan ubahan di suspensi belakang. 

“Paling banyak justru ubahan di kaki-kaki belakang,” jelas pria ramah ini. Misalnya sokbreker dibubut sekitar 5 cm biar makin kandas.

Lalu, “Caster adjuster mesti bikin custom dan swing arm diubah dikit,” terang Vino lagi. Jadi bodi Scirocco pun bisa dibuat ‘drop’ sampai nempel dengan permukaan aspal. Gokil!
 
Wajib Radius Fender 

Secara body works, keempat fender juga harus di-radius ulang. “Yang depan lingkar fender naik 2 jari, yang belakang 3-4 jari,” jawabnya. Kenapa yang belakang banyak banget? “Biar kelihatan rata, karena kan desain mobil ini memang agak nungging."

Jadi kalau depan turun 2 jari, yang belakang ngikutnya sekitar 3-4 jari. Baru rata tingginya depan belakang,” urai pria yang pengoleksi station wagon Honda ini. “Kalau udah begini, karter oli juga nempel sama tanah, hahaha..,” sahut Vino sambil berbangga hati.

Setelah itu, barulah fender di-wide body biar pelek Rennen Forged MV 6 18x(9,5+10,5) inci bisa dipasang sempurna di balik fender.Terakhir, barulah bodi diguyur warna kuning candy yang diracik custom.

No caption
No credit
No caption
Fender diradius ulang

Catnya ditambahin xirallic hijau biar kelihatannya makin catchy. “Ini warna kesukaan istrinya Satya dan gue pikir juga belum ada kan Scirocco warna kuning,” jawabnya. 

Terakhir Vino nanya. “Enggak kelihatan kan kalau sudah di-wide body sama radius fender?” Sahutnya sambil tersenyum puas. 

Mesin Stage 2

Sektor mesin, juga kena ubahan. Tapi enggak ekstrem, yang penting bisa bikin Scirocco ini berlari agresif. Buktinya, ECU Scirocco ini di-remapped pakai software Revo Technik sampai stage 2.

Untuk stage 2, remapping-nya sudah perlu bantuan penggantian hardware juga. Di antaranya adalah exhaust system dan air intake.

So, pilihan adalah Milltek untuk down pipe-nya. Cat-back juga diganti custom, racikan bengkel Wuzzi Exhaust di Srengseng, Jakarta Barat. .Range yang bisa diatur dari stage 2 cakup timing pengapian, boost turbo dan debit bahan bakar.

No caption
No credit
No caption
Ubahan stage 2 meningkatkan tenaga jadi 325 dk

Fitur E-Level

Scirocco-nya Satya adopsi suspensi udara biar leluasa menyesuaikan ketinggian. Nah, yang menarik, perangkat yang dipilih sudah dilengkapin fitur e-Level.  Yes, salah satu keunggulan AccuAir adalah tersedianya e-Level, atau fitur yang bisa menyesuaikan perbedaan ketinggian pada keempat rodanya secara otomatis.

Kalau lagi di tempat yang permukaannya enggak rata, atau dimuati penumpang pada satu sisi saja, yang bikin ketinggian bodi enggak rata. Nah, e-Level secara otomatis bakal menyesuaikan ketinggian suspensi biar rata di keempat roda.

E-Level bekerja pakai bantuan sensor pada peranti suspensi udara di keempat titik. Tapi masalahnya, permukaan jalanan di Jakarta yang kebanyakan enggak rata, bikin e-Level ini kerap otomatis menyesuaikan ketinggian di tiap roda. Efeknya, mobil jadi kayak goyang-goyang. 

Sehingga, agar terhindar dari ‘goyang maut’ tersebut, biasanya empunya bakal setting setelan e-Level dengan sensitifitas terendah, yang bisa diatur pada modul AccuAir. Dijamin mobil bebas dari ‘goyangan maut’. (Otomotifnet.com/Tom)

Data Modifikasi 

Suspensi: Pelek Rennen Forged MV 6 18x(9,5+10,5) inci, ban Toyo Proxes T1R 215/40R18 & 245/35R18, big brake kit Brembo 4 pot 356 mm, balon suspensi udara Universal Air + AccuAir, 2 unit kompressor ViAir 480c, tabung udara Air Lift 3 galon, manifold AccuAir VU4, management air suspension E-Level + iLevel by AccuAir, camber kit Hard Race.

Bodi: Cat Yellow Xyrallic Green custom by De Beer, wide body custom, add on spoiler Osir karbon custom, diffuser belakang karbon custom, lis pintu karbon custom, lis spion karbon custom, grille karbon custom.

Mesin: ECU remapping stage 2 by Revo, open air filter carbon Simota, diverter valve Forge, down pipe Miltek, custom cat back, busi NGK Iridium, 

Interior & Audio: Panel interior karbon custom, tweeter MP Mk5, midrange Genetic, midbass MP Mk 7, subwoofer Kicker Solobaric C10 10 inci, head unit double din Sony Xplode, prosesor Venom Pandora 6.6, power amplifier Venom 2.500

Depan belakang rata tanah

Editor : Otomotif R4

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa