Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Pelek Mobil Punya 4, 5 Dan 6 Baut, Jangan Bingung Kalau Jaraknya Beda-Beda

Sukandi - Minggu, 9 Juni 2019 | 14:00 WIB
Seputar PCD Wajib Tahu Sebelum Ganti Pelek
Tomo / OTOMOTIF
Seputar PCD Wajib Tahu Sebelum Ganti Pelek

Otomotifnet.com - PCD adalah salah satu bagian penting di pelek yang wajib diperhatikan, saat Anda ingin melakukan pergantian pelek.

PCD adalah kepanjangan dari Pitch Circle Diameter.

Istilah lain dari PCD adalah bolt pattern atau stud pattern.

PCD sendiri arti sederhananya adalah jarak antar lubang baut roda pada pelek.

Cara mengukur PCD ini, yaitu dengan menarik garis lurus antara dua buah baut yang posisinya paling terjauh, lalu dihitung dalam satuan milimeter (mm).

Selain ukuran jarak antara baut, kode PCD juga menerangkan jumlah baut yang digunakan, seperti 4, 5 atau 6 baut.

Pcd adalah bagian penting di pelek yang wajib diperhatikan
Tomo / OTOMOTIF
Pcd adalah bagian penting di pelek yang wajib diperhatikan

Honda Jazz misalnya, memiliki ukuran PCD 4x100, yang berarti peleknya menggunakan 4 buah baut dengan ukuran PCD 100 mm.

Contoh lainnya Toyota Innova atau Honda CR-V yang memiliki PCD sama, yaitu 5x114,3, yang artinya menggunakan pelek 5 baut dengan ukuran 114,3 mm.

Nah, mungkin yang jadi pertanyaan di benak Anda, kenapa setiap mobil mempunyai ukuran PCD yang berbeda-beda?

“Tergantung tipe, performa mesin dan bobot mobilnya. Untuk sedan kecil dan hatchback, rata-rata menggunakan baut 4 dengan ukuran antar baut 100 mm, atau 4x100.

Itu lantaran bobotnya ringan, ukuran mobilnya kompak dan tenaganya tak terlalu besar,” jelas Yopi Karuci, punggawa gerai SM Motorsport, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Cara mengukur pcd , yaitu dengan menarik garis lurus antara dua buah baut yang posisinya paling jauh
Tomo / OTOMOTIF
Cara mengukur pcd , yaitu dengan menarik garis lurus antara dua buah baut yang posisinya paling jauh

Sementara SUV macam Toyota Fortuner atau Pajero Sport, lanjut Yopi, karena dimensinya bongsor, bobotnya berat dan performa mesinnya besar, peleknya menggunakan baut 6 dengan ukuran 139,7.

Nah, untuk lebih jelasnya silakan lihat tabel tentang PCD setiap mobil di Indonesia. Tomo / OTOMOTIF

Daftar PCD Mobil

PCD 4x100 : Honda (Brio, Jazz, Freed, Mobilio) Toyota (Agya, Calya, Yaris, Vios) Daihatsu (Ayla, Sigra, Sirion), Datsun Go dan Go+, Hyundai (Avega, i10, i20, Grand i20, Grand Avega, Getz), Suzuki (Aerio, Celerio, Ignis, Baleno, Splash Karimun Estilo), Mazda2, Nissan March, Kia Rio dan Picanto, Mitsubishi Mirage, MINI (Clubman, Countryman, Cooper & Cooper S R56), dll

PCD 4x114,3 : Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Nissan Livina, dll

PCD 5x112 : Audi, Mercedes-Benz, VW, MINI (Clubman, Countryman, Cooper & Cooper S F55 &F56)

PCD 5x114,3 : Chevrolet ( Captiva, Captiva New, Orlando ), Daihatsu (Luxio, Gran Max, Terios), Toyota (Rush, Innova, NAV1), Mazda (3, 5, 6, CX-3, CX-5, CX-7, CX-9), Hyundai Santa Fe & Tucson, Honda (Accord, BR-V, Civic , CR-V, CRZ, HR-V, Odyssey), Nissan Juke & X-Trail, Suzuki APV & Ertiga. Mitsubishi Xpander, dll

PCD 5x120 : BMW

PCD 6x139,7 : Toyota Land Cruiser, Fortuner & Hilux, Mitsubishi Pajero Sport & Strada Triton, Isuzu D-Max, dll

OFFSET PELEK

Selain PCD, ketika anda ingin mengganti pelek, offset-nya juga perlu pula diperhatikan.

Offset sendiri merupakan patokan yang menandakan seberapa besar permukaan tengah pelek menjorok ke dalam atau ke luar.

Berbagai macam pola baut di pelek,mulai pola baut 3,4,5,6 dan 8. PCD adalah jarak antara setiap baut di pelek dengan pola melingkr
Tomo / OTOMOTIF
Berbagai macam pola baut di pelek,mulai pola baut 3,4,5,6 dan 8. PCD adalah jarak antara setiap baut di pelek dengan pola melingkr

Hal itu ditandai dengan bilangan angka plus kode berjuluk ET. Semisal ET 25, ET 45 dan seterusnya.

Semakin kecil angka, maka penampang tengah pelek makin celong ke dalam dan menjauhi bibir pelek.

“Kalau dipasang, pelek jadi mendekati atau bahkan ke luar fender,” bilang Fahmi, dari gerai Auto Fashion, Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Sebaliknya, semakin besar angkanya, penampang tengah pelek akan menjorok ke luar mendekati bibir pelek. Berarti, posisi pelek masuk ke dalam fender.

Jika salah dalam menentukan offset pelek, maka akan berisiko dinding ban akan bergesekan dengan bibir fender jika posisi pelek terlalu keluar.

Sebaliknya akanm bergesekan dengan komponen suspense, jika posisi pelek terlalu dalam.

“Dari segi estetika, offset yang keliru juga tak sedap dipandang,” tambah Fahmi.

 

Editor : Iday
Sumber : Tabloid OTOMOTIF

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa