Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Konsultasi OTOMOTIF: Yamaha MX King 150 Mau Ganti Monosok, Pilihannya?

Antonius Yuliyanto - Jumat, 11 September 2020 | 23:50 WIB
Yamaha MX King 150
Salim/otomotifnet.com
Yamaha MX King 150

Otomotifnet.com - Salam sukses OTOMOTIF. Semangat dan salam kenal Mas Aant, saya Ooy Susanto asal Ciamis.

Mohon bantuannya, saya punya Yamaha MX King 150 rakitan 2016 ada yang ingin saya tanyakan :

1. Saya pernah tanya SA bengkel resmi Yamaha terkait monoshock MX King 150 apa sama speknya dengan Yamaha V-Ixion (NVA), namun belum ada jawaban detail SAnya bilang belum pernah ganti monoshock jadi gak tahu beda antara V-Ixion dengan MX King?

2. Saya berpostur 185 cm dengan bobot 60 kg. Tadinya mau ambil NVA cuma saya pikir lebih gesit jenis bebek.

Kalau ingin agak ninggiin suspensi shock belakang King saya bagusnya gimana ya?

Sudah searching ada YSS DTG buat mono suspension itu kuat gak?

Baca Juga: Honda Supra GTR 150 Bekas Menarik, Performa 150 Cc Cuma Rp 12 Jutaan

Saya Internal Surveyor lembaga keuangan swasta, cover area saya sekarang area Bandung hingga Priangan Timur karena mobilitas tinggi di lapangan, sudah makanan libas jalanan track aspal & bebatuan terjal luar & dalam daerah.

Saya ambil MX King setelah lihat komparasi Tabloid OTOMOTIF antara Raja Bebek dengan Ayam Jago serta dibanding GTR 150, saya lebih kepincut & klop sama MX King.

Saya juga punya Si Komeng MX 135 LC generasi pertama. Dulu pernah coba pakai dudukan biar agak tinggi di monoshock cuma amblas gak tahan lama jadi ke standarnya kembali.

Bagaimana baiknya buat MX King agar nyaman dibawa kesana kemari?

 

3. Saya ada kendala dengan Home Setir MX King (maaf saya masih awam soal motor tahu fungsional saja) terasa narik/oleng ketika bawa perlahan di kemacetan dan gak enak diajak nikung, sudah ke 2 bengkel resmi tapi belum dapat solusi karena dibilang masih bagus, dari segi saya berkendara terasa gak nyaman dibawanya terlebih ketika boncengan?

Misal mau dioprek bagaimana solusinya? Melihat memang kaki-kaki depan suspensi dengan bobot MX King seperti ada kendala bila bawa beban boncenger >70 kg ke jalanan bumping bebatuan?

4. Untuk kendala srookk ketika nukik belokan menanjak ke footsteps gimana ngatasinya, karena kadang melibas tikungan U terasa cengkraman depan gak napak.

Apa perlu ganti ukuran ban atau pelek bagaimana solusinya bila ingin mertahanin pijakan bawaan tanpa ganti pakai footstep racing?

Mohon solusinya terima kasih banyak sebelumnya? Salam sejahtera OTOMOTIF.

Ooy Susanto - Cijeungjing, Kab. Ciamis

Jawab:

Salam sukses juga Kang Ooy dan semoga dalam kondisi sehat selalu.

Berikut saya jawab mengenai Yamaha MX King 150 andalannya:

1. Monosok MX King dan V-Ixion tentu sangat jauh berbeda speknya, karena secara konstruksi dan bobot motornya pun beda.

Secara konstruksi, milik MX King masih konvensional tanpa link, dudukan bawah langsung terpasang ke lengan ayun.

Sementara milik V-Ixion pakai link tambahan yang disebut monocross, dari link baru kemudian ke lengan ayun.

Perbedaan konstruksi ini tentu butuh racikan yang sangat beda.

Belum lagi jenis dudukan keduanya yang sisi bawah juga beda, kalau MX King model mirip huruf O sedang punya V-Ixion seperti H.

Satu lagi jika menilik bobot, MX King hanya 116 kg tentu butuh per yang punya konstanta lebih lembek dari V-Ixion yang berbobot 131 kg.

Meski begitu, kedua monosok ini punya persamaan, yaitu harganya.

2. Bicara soal nyaman, di kelasnya MX King 150 ini menurut saya sudah yang ternyaman, bobot saya juga sekitar 60 kg, tepatnya 63 kg, jadi mestinya feeling beda dikit, beda jauh di tinggi badan saja.

Kenyamanan itu didapat dari posisi duduk paling santai plus suspensinya empuk.

Tapi jika merasa kurang nyaman, bisa dong tentu dirombak.

Nah jika tujuannya meninggikan bagian belakang, memang paling mudah memainkan suspensi, terutama cari yang asnya bisa disetel panjang pendeknya.

Jika sudah naksir dengan YSS DTG, tentu saja kuat, produk ini sudah punya nama dan saya pribadi juga pernah pakai kendati di motor lain.

Yang saya tahu YSS ini kuat, belum pernah saya menemukan ada yang patah.

Tapi kalau bocor karena usia pakai tentu ada, semua suspensi pun akan mengalaminya seiring pemakaian, karena pasti akan ada keausan di sil-silnya.

Pilihan merek lain juga banyak, misal RPM, RCB, Ride It dan sebagainya.

Oiya saran saya jangan pakai peninggi yang dipasang di dudukan bawah di lengan ayun, karena rawan patah dan mengubah sudut main suspensi, itu akan mengacaukan karakter redaman suspensinya.

3. Gejala seperti narik dan bikin nyaman saat menikung, menandakan komstir (bukan homestir) butuh disetel.

Ini biasanya karena terlalu kencang setelannya, jadi minta saja untuk sedikit dikendorkan.

Tapi jika disetel tetap terasa kaku, artinya komstir minta jajan nih karena terjadi dorceng alias kendor kencang.

Jika ini yang terjadi, mau enggak mau maka harus ganti komstir baru.

Kondisi ini wajar jika motor sering diajak menghajar jalan jelek seperti yang Kang Ooy ungkapkan, tentu beban berat yang tertumpu di komstir saat benturan kena jalan jelek lama-kelamaan membuat dudukan dan bola besi alias gotri jadi termakan atau aus.

Oiya sebelum melakukan penggantian komstir, ada baiknya cek juga ban dan pelek.

Bila ban sudah tipis, sangat berefek pada pengendalian. Demikian juga jika bearing as roda aus, coba cek dahulu kondisinya. Ganti jika memang sudah aus.

4. Footstep depan MX King memang tergolong rendah, sangat mudah menggasak aspal ketika menikung agak ekstrem.

Untuk mengatasinya, benar bisa dengan mengganti ban, agar lebih tinggi tentu bisa aplikasi ban yang lebih lebar dengan profil tinggi juga.

Dari standarnya hanya 70/90-17 naikkan saja jadi 80/90-17 atau 90/90-17.

Untuk belakang juga ganti yang profil tinggi, dari 120/70-17 jadikan 120/80-17 atau 130/80-17 atau malah cari profil /90.

Ubahan tersebut cukup membantu menaikkan ground clearance meski tak seefektif menaikkan posisi footstep atau ganti model racing.

Demikian jawaban saya, semoga bisa membantu memecahkan masalahnya. Salam sukses.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa