Lupa Kapan Ganti Busi, Bila Ketemu Tanda-Tanda Ini, Segera Ganti!

Andhika Arthawijaya - Senin, 4 Januari 2021 | 23:30 WIB
Ilustrasi busi setelah pemakaian 20.000 km
Andhika Arthawijaya/Otomotifnet
Ilustrasi busi setelah pemakaian 20.000 km

Otomotifnet.com – Sejatinya, busi standar berbahan nickel, berdasarkan informasi yang ada pada buku service manual tiap—tiap merek, dianjurkan diganti setiap jarak tempuh 20 ribu kilometer.

“Tapi, misalnya belum masuk jarak tempuh yang dianjurkan kondisi busi terlihat sudah tidak bagus, sebaiknya segera diganti,” bilang Diko Octaviano, Technical Suppot PT NGK Busi Indonesia.

Nah, karena tak sedikit pemilik ada yang melakukan perawatan mobil kesayangannya sendiri setelah lepas masa garansi, tak jarang yang lupa kapan terakhir ganti busi, hehehe..

Tapi tenang, jika Anda masuk ke dalam golongan self cervice tadi, mudah saja mengenali tanda-tanda pemercik api di ruang bakar ini sudah waktunya diganti.

Baca Juga: Busi NGK Jadi OEM Parts Sherco, Tersedia Untuk Mesin 4 Tak Dan 2 Tak

Jika ground elektorda busi sudah aus atau banyak ditumpuki karbon, sebaiknya segera ganti.
Andhika Arthawijaya/Otomotifnet
Jika ground elektorda busi sudah aus atau banyak ditumpuki karbon, sebaiknya segera ganti.

Kondisi busi yang yang sudah tidak bagus kata Diko ada beberapa macam.

Antara lain, “Bila ground atau center electrode sudah terkikis, sebaiknya segera ganti busi baru,” tukasnya.

Sebab, ketika kedua komponen busi tersebut aus, percikan api tidak akan terjadi dengan mudah.

Efek yang akan ditimbulkan jika percikan api tidak normal, mesin akan sulit distart saat kondisi dingin.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa