Baterai Mobil Listrik Baru Aluminum-Ion, Alternatif Selain Lithium-Ion

Baterai lithium-ion di bawah jok DFSK Glora E, jika terisi penuh bisa menempuh jarak hingga 300 kilometer
Rendy/Otomotifnet
Baterai lithium-ion di bawah jok DFSK Glora E, jika terisi penuh bisa menempuh jarak hingga 300 kilometer

Otomotifnet.com - Kini baterai mobil listrik bukan cuma Lithium-Ion saja.

Baru-baru ini dikembangkan baterai dengan teknologi baru, Aluminum-Ion sebagai alternatif dari Lithium-Ion.

Secara kinerja, baterai Aluminum-ion dan baterai Lithium-ion memiliki cara kerja yang mirip yaitu menggunakan elektroda dan elektrolit cair.

Perbedaannya terletak pada penggunaan komponen kimia Aluminum pada anoda ketimbang Lithium.

Pabrikan dapat diuntungkan dengan menggunakan Aluminum karena bahan bakunya lebih banyak tersedia daripada Lithium.

Baca Juga: Mobil Hybrid Bekas Lebih Teliti Saat Cek Unit, Kenali Ciri Baterai Traksi Lemah

Ilustrasi baterai Aluminum-ion.
GMG
Ilustrasi baterai Aluminum-ion.

Tak hanya soal bahan baku, baterai Aluminum-ion juga memiliki performa baterai yang cukup menjanjikan.

Melansir dari InsideEVs, Graphene Manufacturing Group (GMG) dan University of Queensland merilis hasil uji coba dari baterai Aluminum-ion Graphene miliknya.

GMG mengklaim baterai Aluminum-ion Graphene hasil pengembangannya tahan 2.000 siklus pengecasan tanpa pengurangan performa.

Selain itu, perusahaan asal Australia tersebut juga mengklaim densitas tenaga baterai (Power Density) Aluminum-ion buatan mereka mencapai 7.000 W/kg.

Sementara baterai Lithium-ion hanya mencapai densitas tenaga spesifik sekitar 340 W/kg.


Editor : Panji Nugraha
Sumber : GridOto.com

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa