Maka sebaiknya dilibas perlahan saja. Tapi, ketika dipakai berboncengan empuknya pas.
Jadi walaupun sudah lebih nyaman, tampaknya PCX memang didesain untuk melibas jalan perkotaan yang mayoritas mulus.
Kalau medan yang dilalui banyak polisi tidur atau jalan rusak dan lebih sering berkendara sendirian, biar lebih nyaman perlu ganti sokbreker yang lebih empuk.
Lalu apakah sokbreker belakang ada gejala bengkok? Jika diamati lebih lurus, tapi memang ketika dipakai berboncengan ternyata pernya melendut dan menggesek plastik selongsong pelindung batang sokbrekernya.
Efeknya saat berboncengan dan motor berayun, ada terasa gesekan “sreg-sreg”.
Fitur & Teknologi Honda PCX 160
Dalam penggunaan harian, fitur yang langsung terasa gunanya tentu saja bagasi. Berkapasitas 30 liter, bisa dengan mudah memuat segala kebutuhan.
Baca Juga: Honda Genio 2026 Rilis, Ini Daftar Fitur yang Dibuat untuk Mobilitas Harian
Kalau saat riding bisa muat helm, jas hujan, sepatu, sarung tangan, tas dan sebagainya. Sedang laci di bawah setang bisa pas muat botol minum 600 ml.
Yang mana di dalamnya juga terdapat power outlet model USB, sehingga ketika mau mengisi ulang baterai smartphone, lebih mudah dibanding yang masih model lighter.
Sayangnya, di area setang maupun di bawahnya tetap tak ada gantungan barang. Padahal fitur kecil itu penting banget keberadaannya untuk penggunaan harian.
Yang terasa juga memudahkan tentu di bagian tangki bensin, karena sekarang ada dudukan untuk menaruh tutup tangkinya.
Kini proses membuka tutup tangkinya pun lebih mudah dan smooth, saat ditutup juga tak ada kesulitan. Di PCX 150 banyak kasus sulit dibuka atau ditutup.
Yang juga menarik adalah lampu barunya, sorotnya ternyata tipis tapi lebar, dan ketika lampu jauh diaktifkan akan menambah terang sisi tengah dan sedikit ke atas.
Tapi sorotnya tetap saja khas LED, putih dan saat hujan jadi remang-remang.
Kemudian, ketika melihat spidometer dengan layout baru yang terlihat beda signifikan tentu indikator lampu seinnya.
Yang mana kini besar dan memanjang, efeknya pengendara dijamin tak akan pernah lupa mematikan kembali setelah belok.
Baca Juga: Teknologi Canggih Honda ADV160 Sukses Buat Touring di Banyuwangi Makin Nyaman
Lalu yang bikin penasaran tentu adanya fitur baru HSTC (Honda Selectable Torque Control) atau kontrol traksi, kapan bekerja dan efeknya bagaimana?
Ternyata HSTC jarang bekerja, hanya sesekali ketika akselerasi dan roda belakang menginjak permukaan yang licin, seperti rel kereta setelah hujan.
Saat itu, ketika roda belakang hampir slip, maka otomatis tenaga dikurangi, mesinnya brebet dan lampu HSTC di spidometer berkedip.
Sistem ABS pun hanya bekerja saat mengerem mendadak di jalan licin, misal ketika hujan.
Remnya sendiri terbilang empuk dan pakem. Tapi antara rem depan dan belakang beda. Yang depan lebih dangkal, sedang belakang lebih dalam.
Tampaknya karena di handel rem belakang juga terdapat switch buat starter.
Saat ditarik ada 2 bunyi klik, yang pertama untuk menyalakan lampu rem, yang kedua saat ditarik lebih dalam baru untuk starter.
Fitur andalan lain dari PCX 160 tentu ada smart key, yang mana di dalamnya juga terdapat answer back dan alarm, sehingga lebih aman dari kemungkinan dicuri.
Tapi sekarang di remote cuma ada 2 tombol, karena answer back dan alarm menyatu.
Baca Juga: Kolaborasi Honda Scoopy dengan Kuromi, Bikin Publik Ngelirik
Data tes
| PCX 150 | PCX160 | |
| 0-60 km/jam | 5,2 detik | 5,2 detik |
| 0-80 km/jam | 9,4 detik | 9,7 detik |
| 0-100 km/jam | 17,2 detik | 16,8 detik |
| 0-100 m | 7,8 detik (@73,9 km/jam) | 7,7 detik (@72,2 km/jam) |
| 0-201 m | 12,3 detik (@88,9 km/jam/td> | 12,2 detik (@87,8 km/jam) |
| 0-402 m | 19,7 detik (@103,9 km/jam) | 19,7 detik (@103,9 km/jam) |
| Top speed di spidometer | 118 km/jam | 119 km/jam |
| Top speed di Racelogic | 111,2 km/jam | 113,3 km/jam |
| Konsumsi bensin | 41 km/L | 42,2 km/L |
Data spesifikasi
- Tipe mesin: 4 Langkah, SOHC 4 klep, eSP+.
- Tipe pendingin: cairan.
- Sistem suplai bahan bakar: PGM-FI.
- Diameter x langkah: 60,0 x 55,5 mm.
- Kapasitas: 156,9 cc.
- Rasio kompresi: 12:1.
- Daya maksimum: 15,8 dk (11,8 kW) @8.500 rpm.
- Torsi maksimum: 14,7 Nm @6.500 rpm.
- Tipe tranmisi: Otomatis, V-Matic.
- Tipe kopling: Otomatis, Sentrifugal, Tipe Kering.
- Tipe starter: Elektrik.
- Tipe rangka: Double Cradle.
- Tipe suspensi depan: Teleskopik.
- Tipe suspensi belakang: Ganda.
- Ukuran ban depan: 110/70-14 M/C Tubeless.
- Ukuran ban belakang: 130/70-13 M/C Tubeless.
- Rem depan: Cakram hidrolik.
- Tipe CBS triple pots.
- Tipe ABS double pots.
- Rem belakang: Cakram hidrolik.
- P x L x T: 1.936 x 742 x 1.108 mm.
- Tinggi tempat duduk: 764 mm.
- Jarak sumbu roda: 1.313 mm.
- Jarak terendah ke tanah: 135 mm.
- Curb weight: 131 kg (CBS) 132 kg (ABS).
- Kapasitas tangki bensin: 8,1 L.
- Sistem pengapian: Full transisterized.
- Tipe aki: 12 V-5 Ah, tipe MF.
- Tipe busi: NGK LMAR8L-9.
- Power charger: 5 V, 2,1 A.
| Editor | : | Grid Content Team |
KOMENTAR