Otomotifnet.com - Banyak pemilik mobil menganggap wiper hanyalah aksesori musiman yang hanya penting saat hujan.
Padahal, mengabaikan kondisi karet wiper yang sudah getas bukan hanya mengganggu pandangan, tetapi juga bisa merusak estetika dan nilai jual kendaraan kalian secara permanen.
Karet wiper dirancang khusus dengan fleksibilitas tinggi agar mampu menyapu air dan kotoran tanpa melukai permukaan kaca.
Namun, seiring waktu, paparan sinar UV yang ekstrem dan perubahan cuaca membuat molekul karet berubah.
Karet yang semula lentur akan mengeras (getas).
Dalam kondisi keras ini, wiper tidak lagi berfungsi sebagai pembersih, melainkan berubah menjadi benda kasar yang siap menggores lapisan kaca setiap kali diaktifkan.
Bahaya Debu di Musim Panas
Kesalahan umum pemilik mobil adalah merasa aman tidak mengganti wiper karena jarang turun hujan.
Padahal, di musim panas, debu dan partikel pasir lebih banyak menempel pada kaca.
Saat kalian menyalakan wiper (misalnya untuk membersihkan debu) dengan kondisi karet yang sudah mengeras, partikel debu tersebut akan tertekan dan terseret di atas kaca, menciptakan baret permanen yang dalam.
Baca Juga: Wajib Paham, Ini Bahaya Air Wiper Diisi Campuran Sabun atau Air Biasa
Baca Juga: Baru Tahu, Perbedaan Wiper Frameless dan Konvensional, Bagus Mana?
Baca Juga: Baru Tahu, Ini Efek Isi Air Wiper Pakai Air Sabun Cuci Piring, Simak
Baca Juga: Begini Lho Caranya Merawat Wiper Mobil Bekas Agar Siap Dipakai
Risiko Boncos: Ganti Karet Murah vs Ganti Kaca Mahal
Dampak dari kelalaian ini tidak bisa disepelekan:
Baret yang Tidak Bisa Hilang
Goresan yang sudah terlalu dalam sering kali tidak bisa diperbaiki hanya dengan poles kaca biasa.
Biaya Fantastis
Jika goresan sudah mengganggu struktur atau pandangan, solusi satu-satunya adalah mengganti satu unit kaca depan (windshield) yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah, jauh lebih mahal dibandingkan harga karet wiper yang hanya puluhan atau ratusan ribu rupiah
| Editor | : | Grid |
KOMENTAR