Otomotifnet.com - Ban mobil yang kempes merupakan masalah klasik yang sering dihadapi pengendara.
Meski terlihat sepele, ban yang kekurangan tekanan udara dapat mengganggu kenyamanan, meningkatkan konsumsi bahan bakar, hingga membahayakan keselamatan nyawa. Memahami penyebabnya adalah langkah pertama untuk melakukan pencegahan.
Otomania berikut 7 penyebab utama ban mobil kempes beserta cara mengatasinya.
1. Mobil Jarang Digunakan Banyak yang mengira ban akan tetap awet jika mobil hanya terparkir di garasi. Faktanya, mobil yang didiamkan terlalu lama justru membuat ban cepat kempes. Hal ini disebabkan oleh perubahan suhu udara yang drastis dan tekanan konstan pada satu titik permukaan ban yang menempel di lantai. Suhu dingin di malam hari menyebabkan udara menyusut, sementara tekanan angin yang tidak stabil menciptakan celah kecil antara ban dan velg.
2. Kerusakan pada Pentil Ban (Tire Valve) Pentil ban adalah pintu keluar-masuknya udara. Seiring bertambahnya usia pakai, bagian besi pada pentil bisa berkarat atau karet penyangganya mengendur. Kerusakan kecil pada komponen ini sering kali menyebabkan kebocoran halus yang sulit dideteksi secara kasat mata.
3. Tambalan Ban yang Tidak Sempurna Pernahkah Anda menambal ban namun tak lama kemudian ban kembali kempes? Ini bisa terjadi karena proses penambalan sebelumnya tidak sempurna. Masih ada pori-pori atau lubang kecil yang tersisa, sehingga udara tetap merembes keluar.
4. Tertusuk Benda Tajam Ini adalah penyebab paling umum. Paku, sekrup, atau pecahan kaca seringkali menancap di telapak ban. Terkadang benda tajam ini bertindak sebagai "penyumbat" sementara, sehingga ban tidak langsung kempes total, melainkan berkurang tekanannya secara bertahap.
5. Beban Kendaraan Berlebih Membawa muatan yang melebihi kapasitas maksimal (overload) memberikan tekanan ekstra pada dinding dan struktur ban. Hal ini memaksa udara di dalam ban keluar melalui celah-celah mikro dan membuat ban lebih cepat panas serta aus.
6. Tekanan Angin yang Tidak Sesuai Kurangnya tekanan angin membuat struktur ban bekerja lebih berat dan area gesekan dengan aspal menjadi lebih luas. Hal ini memicu panas berlebih yang dapat merusak struktur internal ban dan menyebabkan ban kempes secara tiba-tiba.
7. Kerusakan pada Dinding Ban (Sidewall) Retakan atau benjolan pada dinding samping ban adalah tanda bahaya. Kerusakan di bagian ini biasanya terjadi karena faktor usia, sering terpapar sinar matahari ekstrem, atau benturan samping. Berbeda dengan telapak ban, kerusakan pada dinding ban biasanya tidak bisa diperbaiki dan harus segera diganti.
Cara Mengatasi Ban Mobil Kempes
Jika Anda mengalami ban kempes, berikut langkah-langkah solutif yang bisa diambil.
Gunakan Pompa Angin Portabel. sangat disarankan untuk menyediakan pompa portabel di bagasi. Alat ini membantu Anda mengisi angin dalam kondisi darurat hingga mencapai bengkel terdekat.
Lakukan penambalan ban jika ditemukan lubang akibat paku, segera bawa ke spesialis tambal ban. Pastikan metode penambalan yang digunakan tepat agar tidak terjadi kebocoran berulang.
Periksa dan ganti entil jika kebocoran berasal dari pentil, segera ganti dengan yang baru. Jangan lupa untuk selalu memasang tutup pentil guna mencegah debu dan air masuk ke dalam katup.
Ganti dengan an cadangan jika kondisi ban robek atau tidak memungkinkan untuk dipompa, segera ganti dengan ban serep. Pastikan Anda memahami cara menggunakan kunci roda dan dongkrak dengan benar.
Perawatan rutin dan pengecekan tekanan angin setidaknya seminggu sekali adalah kunci agar ban tetap awet. Jangan abaikan perubahan kecil pada kemudi atau suara aneh dari arah roda saat berkendara.
Baca Juga: Link Resmi Daftar Mudik Gratis Pulang Basamo 2026 Tujuan Ke Sumatra Barat
Baca Juga: Salah Panaskan Mobil, Siap-Siap Aki Tekor! Ini Kata Pakar
| Editor | : | Grid Content Team |
KOMENTAR