Otomotifnet.com - Radiator sebagaimana fungsinya digunakan sebagai pendingin pada mesin kendaraan.
Sistem pendingin seperti radiator diperlukan untuk mendinginkan pembakaran mesin mobil internal dari panas yang dihasilkan.
Hal ini berbeda dengan mobil listrik, yang mengandalkan baterai sebagai sumber tenaga.
Yang kemudian listrik tersebut dialirkan pada motor listrik.
Lalu, apakah mobil listrik tidak memerlukan radiator?
Baca Juga: Daftar 60 Lokasi SPKLU Mobil Listrik di Rest Area Jalur Tol Trans Jawa
Baca Juga: 6 Tips Praktis Persiapan Perjalanan Mudik Pakai Mobil Listrik
Baca Juga: Kebiasaan Sepele Ini Jadi Penyebab Aki Mobil Listrik Soak? Ini Kata Pakar
Baca Juga: Jangan Takut Ajak Mobil Listrik Hujan-hujanan, ini Kata Ahli
Dalam ajang pameran Indonesia Electric Motor Show di Balai Kartini pada saat itu, diperlihatkan lebih detail mobil listrik Nissan Leaf dan Wuling E100.
Saat kap mesin depan dibuka, terdapat komponen radiator beserta tabung cairan radiator coolant dengan dua buah kipas.
Dan seperti yang disampaikan oleh Toni Liu, yang pada saat itu merupakan selaku Instruktur Test Drive PT Nissan Motor Indonesia
"Fungsinya untuk mendinginkan inverter, kompresor AC, serta rangkaian baterai Nissan Leaf," ungkap Toni Liu, dikutip dari GridOto.com.
Lanjut Toni, kenyataannya memang mobil listrik tidak menghasilkan panas sebesar mesin pembakaran internal.
Namun, radiator tetap dibutuhkan agar komponen yang menghasilkan listrik tetap bekerja optimal dan tidak cepat rusak karena panas.
Tidak hanya Nissan Leaf, Wuling E100 yang hadir dalam pameran otomotif ini ternyata juga menggunakan radiator.
"Tetap ada buat mendinginkan baterai, karena listrik itu juga tetap menghasilkan panas," tegas Danang Wiratmoko, selaku Product Planning Wuling Motors pada saat itu.
| Editor | : | Grid |
| Sumber | : | GridOto.com |
KOMENTAR