Honda Tiger, Arti Sebuah Totalitas

billy - Senin, 28 Januari 2013 | 10:50 WIB

(billy - )


Kalau tidak memperhatikan mesinnya, enggak bakal ada yang nyangka kalau besutan ini basis mesinnya diambil dari Honda Tiger. Pasalnya hampir seluruh rangka dan bodi si macan enggak ada yang tersisa. Justru orang yang melihat pertama kali komentar kalau ini built up.

Yup, itulah ciri karya modifikasi bengkel Baru Motor Sport (BMS) yang piawai menyulap tampilan motor lokal bergaya motor-motor built up. Itu lantaran BMS lihai meracik limbah moge biar ideal nempel buat motor lokal.

Seperti Honda Tiger lansiran 1997 milik Daniel ini yang sudah di makeover habis-habisan. Kuncinya dengan mengandalkan part copotan dari limbah motor Spesial Engine dan variasi branded. “Orangnya minta dibikin spesial, ya seperti ini hasilnya,” buka Ari Wijaya sebagai builder yang workshopnya terletak  di Jl. Palmerah Barat No. 25, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.     

Bicara rangka dan sub frame berikut armnya, merupakan copotan dari Honda CRF 250. Ini dia ubahan dasar yang bikin tongkrongan motor layaknya Spesial Engine. Tapi, proses instalasi mesin ke bagian rangka yang full aluminium ini, enggak gampang, lho. Iya, enggak segampang bicara saja.

Ari mengandalkan dudukan mesin baru dari breket besi yang dihubungkan ke dudukan asli di rangka dan mesin Tiger. “Ada 3 titik dudukan mesin yang kami buat biar mesin tetap anteng saat distart,” ujar Ari yang harus memangkas sedikit downtube buat jalur leher saluran buang.

Tampilan motor mulai sempurna setelah Ari pasang sok depan upside down Ohlins CRF 250 cc. “Sok depan ini bukan standar, tapi khusus kompetisi yang sudah diracik khusus oleh Tim Ohlins,” jelas Ari yang beruntung bisa dapat copotan part kompetisi ini.

Terlebih setelah Daniel minta pelek palang super enteng merek Marchesini, ikut dipasang di motornya. Akibatnya, kaki-kaki supermoto ini jadi makin sempurna. Maklum harga satu set pelek ini senilai dengan price list Honda Tiger terbaru yang ada di dealer. Edan!

Untuk bodi, sekalian mengandalkan produk orisinal dari CFR 250 dengan sepatbor depan dipilih buat supermoto. Karena mengacu pada besutan versi kompetisi, headlamp sengaja dihilangkan dan diganti dengan cover nomer sebagai penutup segitiga sok.

Buat kelirnya, Daniel memilih paduan putih, merah, dan hitam. Cuma, warna putih terlihat lebih dominan. Seluruh grafis merupakan decal alias stiker bodi dari produk One Industries “Untuk corak mengikuti desain dari jok produk aftermarket Ufo Plast yang dipakai,” tutup Ari yang mengatakan biar kelirnya lebih mathching secara keseluruhan. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban belakang: Pirelli 20/70-17
Ban depan: Pirelli 190/55-17
Tutup tangki: Devol
Swing arm : Variasi aluminium
Handel rem : Variasi