Test Ride Zero DS, Dual Purpose Tanpa Suara!

Dimas Pradopo - Senin, 5 Januari 2015 | 12:04 WIB

(Dimas Pradopo - )


Mencoba 0-200 m dengan speed 130 Kpj sensasi tanpa suara di keramaian jalan Jakarta

Jakarta - Unit motor listrik Zero Motorcycle asal Amerika Serikat akhirnya sampai juga ke Indonesia yang secara resmi distribusinya dipegang oleh PT Garasindo Technologies (GT) untuk pasar Indonesia.

"Urusan pemesanan dibuka mulai bulan ini, Januari 2015. Unit baru datang Februari," beber Dhani Yahya. Totalnya ada empat unit yang ready untuk dipasarkan. Ada tipe FX, S, DS dan SR. 

Upside down ada setingan preload

Enggak pakai pikir panjang, Mr. Testo langsung nyemplak Zero DS dengan balutan kelir putih. Setangnya yang baplang, menunjukkan DS salah satu varian yang bisa diajak main di aspal maupun trek tanah alias dual perpose.

Sebagai produk motor listrik, tentu terasa sedikit canggung, mengingat beberapa hal enggak sama dengan motor berbahan bakar minyak. Harus beradaptasi sebentar nih. Contoh pada bagian footstep kiri, yang enggak ada tuas persneling.

Bagasi di depan, cukup untuk membawa gadget kesayangan

Karena baru kali pertama naik motor listrik, maka mode berkendara diposisikan pada ECO. “Masih ada sport dan custom. Khusus untuk custom, bisa disetting melalui perangkat iPhone maupun handphone Android. Tentunya setelah download aplikasi Zero Motorcycles,” jelas Mr Testo.

Tanpa suara dan itu rasanya sangat aneh. Tapi jangan diremehkan soal perfoma mesin, meski tidak mengeluarkan suara. Dengan posisi mode ECO dan grip gas dipelitir, entakan mesinnya lembut tapi cenderung kurang responsif. Kurang puas rasanya kalau enggak jajal mode Sport.

“Grip gas diputar dan entakan mesinnya tetap lembut. Namun seiring grip gas dipelintir semakin dalam, terasa performa mesin DS terasa mengentak,” papar Mr Testo.

Spidometer DS maupun SR, memiliki desain yang sama dan semua informasi dapat dilihat jelas


Karakter sebagai motor dual purpose, sangat terasa dari performa suspensi yang dipasang. Depan yang mengandalkan model upside down terasa mengayun lembut, sedangkan monosok dibagian belakang terasa keras.

Tapi enggak perlu khawatir, bagi mereka yang merasa settingan tersebut kurang sesuai. Pasalnya baik upside down maupun monosok, terdapat fitur pengatur keras dan lembutnya kerja suspensi.

Jangan keder, cukup longok bagian tengah sasis untuk mencari colokan pengisian

Riding di jalanan Jakarta yang padat, Mr. Testo merasakan butuh menyesuaikan diri terlebih dahulu alias butuh ancang-ancang. Hal tersebut dikarenakan radius putar Zero DS yang bisa dibilang terbatas. • (otomotifnet.com)

Data Spesifikasi Zero DS
Harga: Rp 230 Juta (off the road)
Estimasi umur baterai menjadi 80% : 500.000 km
Baterai : Z-Force® Li-Ion intelligent
Kapasitas Maksimum : 11.4 kWh
Kapasitas Nominal : 10 kWh
Tipe Pengisian : 1,3 kW terintegritas
Waktu Pengisian : 8 jam (full)/7,4 jam (95%)
Input : 110/220 V
Torsi Maksimum : 92 Nm
Power Maksimum : 54 hp/4,300 rpm
Top Speed : 158 kpj
Tipe Motor Listrik : Z-Force®, Berpendingin Udara, Radial Magnet Permanen, brushless motor
Transmisi : Tanpa Kopling,
Final Drive : 132T / 28T, Poly Chain® GT® Carbon™ belt
Suspensi Depan : 43 mm, Upside down, Setelan Kompresi dan Rebound
Suspensi Belakang : Monosok, Setelan Preload Per, Kompresi dan Rebound
Rem Depan : Nissin 2 piston hidrolis, 313 x 4 mm floating cakram
Rem Belakang : J-Juan 1 piston hidrolis, cakram 240 x 4.5 mm
Ban Depan : 100/90-19
Ban Belakang : 130/80-17
Pelek Depan : 2.15 x 19
Pelek Belakang : 3.00 x 17
Jarak Antar Sumbu Roda : 56.2 in (1,427 mm)
Tinggi Jok  : 843 mm
Rake : 26.5°
Trail : 117 mm
Berat Sasis : 20 kg
Berat Kosong : 183 kg
Konversi pemakaian BBM : 0,55 L/100 km