Kawasaki Athlete 2011 Tangan Kedua, Ini Trik Memilih dan Kisaran Harganya

Dimas Pradopo - Minggu, 27 April 2014 | 10:11 WIB

(Dimas Pradopo - )


Dengan tampilan yang macho dan futuristis, bebek berperawakan ayam jago ini cukup memiliki penggemar tersendiri di kalangan pecinta geng hijau Kawasaki. Mesin 125 cc warisan dari Blitz Joy, tergolong bandel dan bertenaga.

Jakarta - Selain Suzuki Satria FU, motor bebek dengan tampilan ayam jago yang hingga kini masih eksis di Indonesia yaitu Kawasaki Athlete. Perbedaan dasar terletak pada mesin, dimana Athlete murni mesin bebek dengan kopling otomatis, sehingga banyak juga kaum hawa yang memilih motor ini untuk wara-wiri sehari-hari.

Desain lampu depan yang macho dan futuristis. Dilengkapi pelindung debu di as sokbreker depan. Spidometer simpel, indikator bensin hanya berupa lampu saja sebagai penanda tinggal sedikit. Bagasi di bawah jok cukup besar walaupun bodinya ramping.

Meski tampilannya macho dan berotot, tapi tetap harus perhatikan beberapa komponen jika ingin membeli dalam kondisi seken. “Kaki-kaki belakang paling rawan bermasalah, itu karena konstruksi suspensinya beda dari yang lain,” jelas Taufik, mekanik Utama Motor yang merupakan bengkel spesialis Kawasaki. Biasanya masalah ada di seputar monosok dan bushing arm.

Mesin 125 cc bandel dan kencang. Isi bensin gak perlu turun dari motor, ala motor batangan. Cek kondisi piringan rem, pastikan belum termakan.

Selain itu, Athlete menggunakan rantai berjenis 420, dimana keluhannya yaitu cepat melar. Solusinya bisa mengganti dengan rantai Kawasaki Kaze R yang berjenis 428 agar lebih awet. “Bagusnya sekalian ganti gir setnya juga, agar lebih awet dipakainya,” tambahnya.

Posisi sokbreker belakang tidur, butuh perawatan ekstra jika sudah berumur


Buat bagian pengereman, si mekanik bilang kalau piringan rem Athlete tergolong lunak, khususnya bagian belakang. Biasanya banyak yang mengganti dengan piringan rem punya Ninja R, selain itu perhatikan juga kondisi kampas remnya. Pada sektor setang, kerap ditemukan gejala oblak akibat komstir yang bermasalah.

Bicara harga, Kawasaki Athlete lansiran tahun 2011 banderolnya masih berkisar Rp 9,5 – 10 jutaan. Kondisi motor tentu sangat mempenga­ruhi harga jualnya.


Estimasi harga: Rp 9,5- Rp 10 Jutaan



Menakar Biaya Servis

Motor seken dengan jam terbang yang sudah cukup tinggi tentu membutuhkan perawatan yang ekstra. Untuk mengembalikan dan memperbaiki performa motor, sebaiknya lakukan servis serta pengecekan di bengkel kepercayaan Anda.

Buat servis berkala, biaya yang dikenakan cukup Rp 35 ribu. Menunya berisi pembersihan karburator, setel klep jika perlu, ganti oli dan lainnya. Jika ingin lebih maksimal lagi, sekalian saja lakukan servis besar dengan biaya Rp 120 ribu. Nantinya head silinder akan dibongkar untuk membersihkan tumpukan kerak di ruang bakar dan pengecekan komponen yang mulai aus.

Kalau kondisi mesin sudah cukup parah dan perlu turun mesin, biaya overhaul-nya berkisar Rp 350 ribu. Harga-harga tersebut di atas hanya jasa servis saja, belum termasuk penggantian part dan oli.

Kelebihan :
1. Handling mantap
2. Mesin bandel dan cukup kencang di kelasnya
3. Tangki bensin ada di tengah

Kekurangan :

1. Kaki-kaki sering minta jajan
2. Resale value kurang terjaga
3. Butuh refreshment model

Daftar fast Moving :
Busi Rp 15.000
Kampas rem depan Rp 65.000
Kampas rem belakang Rp 65.000
Kampas kopling Rp 150.000/set
Oli mesin Rp 50.000
Filter udara Rp 15.000
Filter oli Rp 13.000
Gir set Rp 210.000
Sumber: Utama Motor, Jl. Raya Bogor Km. 27 No. 1. Telp. 021-93775201  (motor.otomotifnet.com)