Modifikasi Honda Brio Satya 2014 Gaya Urban Racing

Otomotifnet - Rabu, 22 Juli 2015 | 16:03 WIB

(Otomotifnet - )



Konsep tersebut merupakan gabungan dari modifikasi-modifikasi yang ada dengan unsur racing yang cukup kental


Jakarta - Jadi raja pasti membanggakan. Makanya butuh usaha keras dan perjuangan. Apalagi kalau bisa naik tahta sebagai raja yang pertama, rasanya sesuatu banget. Riky Ahmad, pemilik Honda Brio Satya keluaran 2014 ini pun berani menempuh segala rintangan untuk mengejar tahta. Tak pakai kereta kencana, tapi lihat saja hatchback mungil yang diandalkannya. Loh kok mobil?



Total biaya modifikasi Rp 120 juta, disuntik oleh orang tua

Memang bukan ingin jadi raja di kerajaan, ini sedang mengejar juara pertama Honda Brio Tuning Contest, yang digelar berbarengan Jazz Tuning Contest 2015 lalu.

Konsep Sendiri

“Konsep ubahan pada Brio ini adalah Urban Racing. Gabungan dari modifikasi-modifikasi yang ada dengan unsur racing yang cukup kental,” ucap cowok yang juga pemilik workshop audio Riky Motor di Buah Batu, Bandung ini.



Setir dengan aksen karbon, racing style bro

Namun untuk mengerjakan bagian bodi, Riky enggak bisa mengerjakan sendiri. Oleh karenanya, segala urusan bodi diserahkan sepenuhnya pada H20 Bodywork, yang juga satu kota dengan Riky. Konsep bergaya racing yang diterapkan pada Brio ini, dengan custom bumper depan belakang dan side skirt dari bahan fiberglass. Enggak ketinggalan juga ada sayap belakang yang berlapis karbon.



Pintu gullwing jadi salah satu keistimewaan ubahan yang dilakukan

Pelek ukuran 17 inci berlabel Volk Rays, menambahkan kesan gagah pada si mungil Brio. Untuk dapat mengaplikasikan pelek tersebut, fender dibuat melar sampai 8 cm. Pun begitu, enggak ada lagi suspensi standar di Brio. Semuanya digantikan air suspension 4 titik. “Khusus untuk yang satu ini dari unit air suspension plus instalasi, biaya yang harus dikeluarkan Rp 48 juta,” terang Riky.



Tengah ke belakang, seting khusus untuk audio sistem 

Sayang, konsep urban racing yang dianut Riky, ternyata hanya pada bagian bodi dan interior saja. Di sektor mesin, justru terbilang minim perubahan. Upgrade yang dilakukan hanya pada bagian saluran udara yang dibuat open filter. Selain itu, pipa berdiameter 2 inci menggantikan saluran buang standar.



Air suspension 4 titik, bikin pelek amblas di dalam fender

Walau dengan mesin yang masih standar, penggantian down pipe ini membuat putaran bawah Brio makin galak. Menghabiskan waktu hingga 4 bulan dengan total biaya sekitar Rp 120 juta. Sayang sekali usaha Riky menjadi raja pertama belum berhasil. Semoga tahun depan terwujud ya... • (otomotifnet.com)



Riky, tahun ini harus puas jadi runner up dulu

Interior

Punya workshop audio, tentu memudahkan Riky untuk bereksperiman pada bagian tersebut. Jok belakang terpaksa dipensiunkan, agar seperangkat audio bisa dijejalkan dari kabin tengah sampai bagasi.

Butuh ruang lebih besar dari tengah sampai belakang, karena yang dijejalkan di antaranya, 2 buah subwoofer JBL 10 inci dan 2 buah subwoofer LMAudio 12 inci. Dengan pendamping power monoblock dari JBL, LM Audio dan capasitor bank Venom.

Itu tengah ke belakang, bagian depannya sendiri mengandalkan speaker split 3-way dari JBL. Untuk head unitnya, mengaplikasikan Pioneer AVH-X5750BT. Aksen karbon yang jadi salah satu ciri khas konsep racing, enggak ditinggalkan ketika seting bagian dalam. Caranya dengan menempatkan aksen tersebut pada custom box yang dibuat kru Riky Motor. •


Data modifikasi
Pelek Volk Rays 17 inci Ban Accelera 205/45R17 Kaliper D&D 320 mm/4 Piston Vakum Kompressor HKS Oil Catch Tank Cusco Front Bumper Custom by H2O Bodywork Rear Bumper Custom by H2O Bodywork Side Skirt Custom by H2O Bodywork Sayap Belakang J’s Racing Strurt Bar Custom Jok Bride Lowmax Carbon Tachometer Defi Head Unit Pioneer AVH-X5750BT Subwoofer LMaudio 12 inci & JBL 10 inci Speaker Split JBL 3-Way Modifikator Riky Motor 0813-12333536 H2O Bodywork 0819-31237978