Modifikasi Volvo 960 3.0 A/T 1992, Swedish Stancelovers

Billy - Sabtu, 13 Juli 2013 | 13:03 WIB

Volvo 960 3.0 A/T 1992, Swedish Stancelovers (Billy - )

Kyn
Volvo 960 3.0 A/T 1992, Swedish Stancelovers
Otomotifnet.com - Begitu banyak Volvo 960 yang sudah dimodifikasi, namun sudah sejak tahun lalu seri 960 yang satu ini, beberapa kali mencuri perhatian setiap kali bertemu di jalan di daerah Bintaro, Jaksel.

Yup, Volvo 960 milik Dodo ini tampil dengan gaya Stancelovers, pelek besar dengan lebar ‘belang’ dan ban ‘narik’ jadi andalan. “Dari awal beli mobil ini memang mau dibikin aliran Stance, paling benar ya pakai Volvo,” ujar Dodo.

Mobil eks KTT negara-negara asing di tahun 1992 lalu ini didapatnya dalam kondisi sangat terawat.
“Dulu dapatnya masih warna biru bawaannya, cuma karena sudah mulai kusam akhirnya cat ulang aja deh sekalian ganti warna,” jelas pria yang bermukim di daerah Bintaro. Akhirnya, dipilihlah cat abu-abu metalik sebagai pengganti warna aslinya.
Kyn
Volvo 960 3.0 A/T 1992, Swedish Stancelovers

Karena niatnya mau pasang pelek lebar, wide body pun harus dilakukan. “Tapi enggak banyak sih, sekitar 2,5 cm depan dan 5 cm belakang,” tukas Dodo lagi.
 
Sewaktu mau wide body, terlebih dulu dicoba dengan memasukkan pelek Rota P45R. Pelek diameter 18 inci dengan lebar 10 inci depan dan 12 inci belakang ini, dibalut ban Accelera Alpha 215/35R18 dan Accelera Phi 235/40R18.
 
“Sempat pakai 245/40R18, tapi kurang narik dan masih gesrot,” keluhnya. Alhasil, sekarang pelek yang aslinya berwarna hitam ini pun bisa masuk tanpa hambatan.
Kyn
Volvo 960 3.0 A/T 1992, Swedish Stancelovers

Untuk suspensinya Dodo menggunakan sokbreker Toyota Corona Absolute dan per 960 GL untuk depan, sementara di belakang pakai sokbreker 960 GL dan per Mercy 230E.

Oh ya, untuk eksteriornya, Dodo mengganti grill asli beraksen chrome dengan milik Volvo 740 Ti yang lebih sporty. Selain itu corner lamp ala Volvo US Version pun juga dipasang berbarengan dengan add-on lips di bumper depan dan ducktail custom di bagasi belakang.

Yang paling enak sekaligus membuat orang geleng kepala adalah ketika melihat mobilnya dari arah belakang. “Teman gue sampai ada yang bilang takut patah peleknya, saking minusnya camber belakang,” ujarnya sambil tertawa.