BMW E30 M40 "Kl Ni Mau G..?"

billy - Selasa, 10 Januari 2012 | 08:24 WIB

(billy - )

 
JAKARTA - Berburu mobil dream car back to 90s banyak yang kecebur alias tersesat karena tak punya patokan. Apalagi ragam dan variannya sangat banyak. Mau Jepang atau Eropa, semuanya menggiurkan dengan harga cukup terjangkau.

Untung saja Achmad Basuki sejak awal sudah mantap dengan pilihannya. Dalam benaknya, terbayang sedan kompak Eropa, mudah didandani karena banyak aksesori atau part berkelas dan pastinya desain yang timeless.

EDISI M-TECH
Apalagi pilihannya kalau bukan BMW seri 3 tipe E30 seperti yang dipakai Mas Boy dalam film ‘Catatan Si Boy’. Uki, panggilan akrabnya, memang sudah lama ngefans dengan E30. Atau, sebenarnya ngefans sama Onky Alexander pemeran si Boy?

Perburuan dimulai lewat internet, koran harian hingga searching dari mulut ke mulut. Sekian puluh mobil sudah disortir dan tak ada yang sreg di hati.

Sampai akhirnya seorang teman baik mengirimkan gambar lewat BBM dengan caption ‘Kl ni mau g..?’ Seperti disambar petir di siang hari, Uki langsung mengiyakan begitu menerima foto berukuran kecil tadi.

Tak disangka, ‘harta karun’ itu berada tak jauh dari rumahnya. “Sudah cari kemana-mana, ternyata jodohnya ada dekat rumah,” kenang Uki sambil tersenyum.

Bukannya apa-apa, E30 yang diincar selama ini harus berkelir hitam dan sesuai dengan foto kiriman tadi. Setelah di-samper ke TKP, ternyata masih banyak option selain warna hitam solid incarannya.

“Kalau kondisi seperti ini, sedikit lebih mahal juga tak apa karena dandannya sudah tak banyak,” papar Uki kalem. Mau tahu option lainnya?

Parts yang kasat mata seperti body kit asli BMW M-Tech versi 2 yang terbilang jarang. Tak ketinggalan stripping alias decal M-tech original merah-biru yang juga terbilang susah didapat.

Dua item ini saja sudah bisa mendongkrak penampilan E30 manapun. Tetapi ternyata Uki lagi-lagi beruntung karena E30 yang ditebus cukup tinggi ini memang edisi M-Tech bawaan dari Jerman.

Artinya, tak hanya eksterior tetapi mesin pun sudah oprekan ala M-Tech, Germany. Paling kerasa saat mobil dibejek, akselerasi dan torsi di atas rata-rata E30 biasa.

Ini lantaran injektor, kepala silinder, camshaft dan ECU sudah racikan M-Tech. “Konsumsi enggak usah ditanya deh, bikin sakit gigi karena terbilang boros sekitar 1:6 km,” papar Uki.

Padahal sistem pengapian dan pasokan udara sudah diperbaiki dengan koil Mallory 29440, kabel busi Mallory dan open air filter Hurricane.

Jangan-jangan efek boros karena mesin sudah pakai header konfigurasi 4-1 buatan Milltek (Inggris) dan kapasitas mesin sudah bengkak 2.000 cc? “Bisa juga karena itu tetapi saya gak mau pusing,” gumamnya.  

Namun karena sudah jatuh cinta pada pandangan pertama, konsumsi bahan bakar bukan halangan. Sebaliknya, bagaimana cara untuk bikin mobil tambah ganteng.

Sisa tabungan pun ditukar barang-barang premium yang lazim dipakai E30 kencang di zamannya. Sebut saja seperti sepasang jok Recaro LX Modular dan setir kulit merek BBS.

Biar matching dengan setir, pelek pun dicarikan yang semerek. Kebetulan pelek yang diincar, BBS RC Motorsport Edition ukuran 18x8,5 (depan) dan 18x10 inci (belakang) bisa ditebus dalam kondisi masih apik.

Meski lebar pelek belakang mencapai 10 inci, tetapi pelek bisa terpasang di balik sepatbor tanpa mentok karena memang didesain khusus untuk seri E30.

“Suspensi sengaja dibuat lebih pendek biar enak menikung pada kecepatan tinggi lewat racikan per M-tech dan sokbreker gas Boge pada keempat roda,” jelas Uki panjang lebar.

Dipakai tiap hari kayak Mas Boy gak, Bro?   (mobil.otomotifnet.com)